Sesuaikan Anggaran Anda

Home Top Ad

Responsive Ads Here
Showing posts with label Kofindo. Show all posts

Kamis (24/5), jadwal film Selembar Itu Berarti dirilis di bioskop tanah air. Film bertema pendidikan ini sayangnya diputar terbatas dibebera...


Kamis (24/5), jadwal film Selembar Itu Berarti dirilis di bioskop tanah air. Film bertema pendidikan ini sayangnya diputar terbatas dibeberapa kota. Sang sutradara benar-benar kerja keras untuk membawa film berdurasi 93 menit ini bisa tayang.

Lagi, kami kedatangan film Indonesia yang masuk dalam daftar film Indonesia yang tidak tayang di bioskop Semarang. Hingga tulisan ini kami buat, sudah ada 7 film Indonesia sepanjang tahun 2018.

Penuh perjuangan

Saat kami telusuri lewat mesin pencari, film ini sebenarnya sudah dirilis tahun 2015. Pada waktu itu, film belum mendapatkan perhatian dari perusahaan film. Bahkan untuk menentukan jadwal tayang secara resmi, mereka kesulitan.

Sang sutradara yang mendapat penghargaan dari MURI dengan kategori sutradara yang merangkap jabatan terbanyak, seperti produser, penulis naskah, editor, kameramen, pencipta lagu soundtrack, dan sejumlah peran lainnya, benar-benar berjuang untuk film ini.

Namun perjuangan itu membuahkan hasil setelah film yang diperankan beberapa pemain yang merupakan anak-anak Sumut ditonton ribuan orang saat diputar di daerah-daerah.

Kini, kita dapat melihat bagaimana perjuangan film ini berhasil menembus bioskop tanah air. Bahkan sang sutradara optimis, bila di bioskop banyak yang menonton, film ini akan diputar di lebih banyak kota di Indonesia.

Sinopsis film Selembar itu berarti

Berikut ini kami bawa dari facebook kofindo, sinopsis yang diberikan dari situs 21cineplex.com



Video trailer


Artikel terkait :
Informasi Kerjasama
Hubungi lewat email dotsemarang@gmail.com
Atau klik DI SINI untuk detail lebih lengkap

Kamis (17/5) pekan ini saat waktunya film Indonesia dirilis, ternyata waktunya bersamaan hari pertama puasa. Mudah ketebak genre apa film ya...


Kamis (17/5) pekan ini saat waktunya film Indonesia dirilis, ternyata waktunya bersamaan hari pertama puasa. Mudah ketebak genre apa film yang tayang menyambut bulan Ramadan kali ini. Meski begitu, ada satu film yang masuk daftar film tidak tayang kami untuk Semarang. Film apa?

Hanya ada 1 film Indonesia sebenarnya yang rilis kamis ini menurut catatan kami. Dan banyaknya kekosongan film saat menyambut puasa tak lepas dari pengaruh hadirnya film Deadpool 2, yang dianggap akan mengeruk penonton.

Itu artinya, film Indonesia yang rilis barengan film Box Office Hollywood nasibnya akan kehilangan jumlah penonton karena kurangnya daya tarik.

Film 5 PM (Lima Penjuru Masjid)

Dilihat dari judulnya, film ini membawa genre religi sepertinya. Sangat cocok menemani minggu pertama puasa. Film tentang pencuri kotak amal masjid berubah menjadi sosok baik. Berikut trailernya.



Film 5 PM sendiri yang ditayangkan di bioskop Semarang, bisa ditonton di bioskop Java Mall dan Mal Ciputra (Sedang tayang hingga tulisan ini dibuat).

Film Anak Negeri Megalith, film keenam yang tidak tayang di bioskop Semarang

Film ini sudah dibuat beberapa tahun lalu, dan penayangannya sempat tertunda. Film yang membawa cerita inspirasi ini sebenarnya ingin mengangkat potensi Kabupaten Lahat, Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel).

Banyak cerita yang berkembang dari tertundanya film ini yang akhirnya berhasil dibawa ke bioskop tanah air lewat jaringan 21. Tentu filmnya diputar terbatas. Catatan kami dari situs 21, film ini hanya diputar di 10 kota saja. Berikut trailer videonya dari Youtube.



...

Kami sedikit terlambat memposting tentang film Indonesia yang biasa kami lakukan tiap kamis. Kami mohon maaf bila ada yang menunggu update dari Kofindo.

Perhatian khusus kami kali ini ada pada film Anak Negeri Megalith. Banyak nama artis besar yang dibawa dalam film tersebut. Bila sempat, cobalah nonton semisal tayang di kotamu. 

Artikel terkait :
Informasi Kerjasama
Hubungi lewat email dotsemarang@gmail.com
Atau klik DI SINI untuk detail lebih lengkap

Mei datang dengan langsung mengeliminasi satu film dari 3 film yang rilis awal bulan. Film Sunset di Pantai Losari yang dirilis tanggal 3 Me...


Mei datang dengan langsung mengeliminasi satu film dari 3 film yang rilis awal bulan. Film Sunset di Pantai Losari yang dirilis tanggal 3 Mei ini tayang bersama film Ananta dan Sajen. Tebak, sudah berapa film yang tidak tayang di Semarang?

Film produksi SKV Movie Entertainment ini menjadi film kelima dari daftar yang kami buat untuk film yang tidak tayang di bioskop Semarang. Sebelumnya sudah ada 4 film, ini daftarnya :
  1. Film Maipa Deapati dan Datu Museng (11/1)
  2. Film Syirik (1/2)
  3. Halo Makassar (12/4)
  4. Film Melawan Takdir (19/4)
Film Sunsest di Pantai Losari sendiri diputar di 15 kota. Berkisah tentang persoalan perjodohan yang beberapa film lain juga sudah diangkat.


...

Minggu kedua bulan Mei, daftar film Indonesia yang baru rilis tayang lebih awal dari biasanya yang tayang hari Kamis, berubah menjadi hari Rabu (9 Mei). Kira-kira, film berikutnya yang tidak tayang ditempati oleh siapa lagi?

Kami berharapnya tidak ada lagi film yang absen di bioskop Semarang. Berikut daftar film Indonesia yang tayang selama bulan Mei 2018, klik di sini.

Artikel terkait :
Informasi Kerjasama
Hubungi lewat email dotsemarang@gmail.com
Atau klik DI SINI untuk detail lebih lengkap

Bulan Mei bioskop tanah air bakal tersaji 13 film Indonesia yang siap tayang. Namun tetap kami ingatkan bahwa jadwal dapat berubah sewaktu-w...


Bulan Mei bioskop tanah air bakal tersaji 13 film Indonesia yang siap tayang. Namun tetap kami ingatkan bahwa jadwal dapat berubah sewaktu-waktu. Melihat dari bulan April yang beberapa film tidak tayang di bioskop Semarang, apakah bulan ini ada lagi film Indonesia yang tidak tayang?

Sebagai pekan pembuka, bioskop tanah air sudah disajikan genre film drama dan horor. Film yang masih tayang dari bulan sebelumnya, masih menemani seperti film.

Berikut kedua belas film yang kami dapatkan dari situs beritagar.id (1/5) :

1. Ananta (3 Mei)


MD Picture membawa cerita yang diadaptasi dari novel karya Risa Saraswati dan disutradarai Rizki Bilki. Genre drama akan membungkus film yang bersetting Sekolah ini. Para pemainnya diantaranya Michelle Ziudith, Fero Walandouw, Nino Fernandez, dan masih banyak lagi.

2. Sajen (3 Mei) 


Starvision nggak mau kalah dengan MD Picture yang langsung menantang dengan film bergenre horor. Meski begitu, Sajen juga memberikan latar anak Sekolah sebagai background utama. Selain meneror lewat horor, film ini juga membawa bully sebagai masalah yang dihadapi para pemainnya.

Film Sajen di sutradara oleh Hanny R. Saputra dan pemainnya diantaranya Amanda Manopo, Angga Yunanda, Steffi Zamora, Jeff Smith, Chantiq Schagerl, Rachel Amanda, Aliff Alli Khan.

3. Sunset di Pantai Losari (3 Mei)


Perjuangan sineas Makassar kembali di bulan Mei dengan kehadiran film Sunset di Pantai Losari. Isu besar yang dibawa masih tentang sulitnya pernikahan diantara kaum muda di sana. Antara perjodohan atau menentang karena sudah berpasangan (pacar).

Film produksi SKV Movie Entertainment ini diperankan oleh Jeihan Kler, Arlitha, Yulinar Arief, Vira KDI, Hj Munasiah. Apakah film ini akan tayang di Semarang?

4. 212 The Power of Love (9 Mei) 


Film ini sempat akan mau ditayangkan di bulan Desember 2017. Entah mengapa akhirnya film ini tidak jadi, dan baru sekarang kembali masuk daftar film tayang di bioskop.

Aktor tenar yang turut meramaikan film ini adalah Fauzi Baadila, lalu Roni Dozer, Asma Nadia dan lainnya. Film ini diproduksi Warna Pictures.

5. Assalamualaikum Calon Imam (9 Mei)


Film kedua yang diangkat dari Novel bulan ini yang bercerita tentang pernikahan yang mengalami dilema karena sang istri mengalami sakit.

Genre drama sangat kental dengan balutan religius dari cerita film yang diambil dari novel laris karya Ima Madani. Sepertinya penonton akan melihat pantai Losari (judul film di atas). Film ini di sutradara oleh Findo Purwono.

6. EL (9 Mei) 


Judul yang sangat pendek untuk sebuah film. Lagi, film ini diangkat dari novel dan ini berarti yang ketiga untuk bulan ini. Genre drama akan dibawa dalam film yang dibintangi Aurelie Moeremans.

Dilihat dari trailernya, ceritanya sangat menarik karena pemeran utama wanitanya memiliki kepribadian ganda. Dua orang yang awalnya tidak saling suka akan jadi tontonan segar bagaimana akhirnya mereka bisa bersatu.

7. 5 PM (Lima Penjuru Masjid) (17 Mei)


Genre drama religius kembali diputar berikutnya untuk menyemarakkan puasa. Ceritanya sendiri tentang seorang maling kotak amal yang terinspirasi untuk bertobat setelah didaulat menjadi pengurus masjid.

Film yang disutradarai oleh Humar Hadi, tak banyak membawa aktor besar. Dan hanya satu-satunya film yang tayang di tanggal tersebut.

8. Anak Negeri Megalith (17/5)

Film ini sempat tidak masuk dalam daftar yang kami buat di sini. Beruntung kami mengecek situs 21. Ternyata film yang dibuat tahun 2016 ini mengangkat potensi Kabupaten Lahat. Ya, apapun permasalahannya. Film ini sudah mendapatkan jadwal pemutaran, meski dengan bioskop terbatas.


9. Alas Pati: Hutan Mati (24 Mei) 


Ekspresi ketakutan Nikita Willy menandakan film bergenre horor ini patut ditonton. Sang sutradara, Jose Poernomo sangat dikenal untuk film bertipe horor.

Film kedua MD Pictures setelah film Ananta di bulan ini diisi para pemain seperti Jeff Smith, Roy Sungkono, Stefhanie Zamora, Naomi Paulinda, Maura Inry Gabrielle.

10. Selembar itu Berarti (24 Mei) 


Berharap film anak-anak yang ceria penuh gembira, film produksi Mora Heart Production ini menghadirkan kisah sedih dari dua orang kakak-beradik.

Salah satu aktor yang ikut bermain wajahnya tak asing. Apakah film ini mampu menarik perhatian penonton di Semarang?

11. The Gift (24 Mei)


Masih membawa genre drama, film besutan sutrada Hanung Bramantyo ini membawa banyak aktor besar, seperti Reza Rahadian, Christine Hakim, Ayushita Nugraha dan Dion Wiyoko.

Film inspirasi yang dibalut kisah asmara ini menarik untuk dinanti. Apakah kekurangan menjadi kesulitan di sini? Atau kekurangan menjadi kelebihan. Film ini juga akan diisi suara Iwan Fals.

12. Lima (31 Mei)



Banyak isu yang dibawa dalam film arahan 5 sutradara dalam satu film ini. Wajah  Prisia Nasution paling mudah diingat untuk mengisahkan kehidupan dalam keluarga mereka. Genre drama di film sepertinya sangat berat.

13. Love Reborn (31 Mei)


Segala permasalahan anak muda disatukan dalam sebuah film bertema persahabatan. Mungkin film ini bisa jadi harapan untuk melihat genre komedi untuk bulan Mei.

Tren komik online yang dibalut acara festival bakal menjadi santapan mata yang menarik. Plus sebuah petualangan untuk melihat kebenaran dari yang mereka cari. Film ini diproduksi Darihati Films dan disutradarai oleh  Jay Sukmo.

Sumber referensi klik di sini.

...

Bulan puasa akan menemani film Indonesia. Pilihannya lumayan banyak untuk penonton yang ingin menghabiskan waktu sambil berbuka puasa.

Sisi lain, kami menyoroti film genre komedi yang tak banyak dan bahkan tak ada di bulan ini. Mungkin ada, tapi genre utamanya tetap membawa drama. Kira-kira, adakah film yang kembali tidak tayang bulan ini?

Artikel terkait :
Informasi Kerjasama
Hubungi lewat email dotsemarang@gmail.com
Atau klik DI SINI untuk detail lebih lengkap

Sepekan setelah film Halo Makassar tidak tayang di bioskop Semarang, rupanya film Melawan Takdir jadi film berikutnya yang tidak tayang. Teb...


Sepekan setelah film Halo Makassar tidak tayang di bioskop Semarang, rupanya film Melawan Takdir jadi film berikutnya yang tidak tayang. Tebak, sudah berapa film yang tidak tayang di bioskop Semarang?

Film Melawan Takdir jadi film Indonesia keempat yang tidak tayang di bioskop Semarang menurut pantauan kami untuk tahun 2018. 

Film berdurasi 89 menit bahkan memasukkan kategori semua umur untuk penontonnya. Bila dilihat dari sinopsisnya, film ini membawa genre drama dengan tema cerita motivasi.

Untuk alasan mengapa film ini tidak tayang, lagi-lagi kami hanya bisa memberitahukan bahwa sisi bisnis ada diurutan utama mengapa ada beberapa film yang tidak tayang. Sedang untuk alasan khususnya, kami belum mendapatkannya.

Sinopsis :

...

Halaman ini kami buat hanya untuk memberitahu di akhir tahun nanti berapa jumlah film yang tidak tayang untuk Semarang.

Kami yakin, selalu ada alasan mengapa bisa terjadi. Dan kami melihatnya selalu dari sisi positif .

Artikel terkait :
Informasi Kerjasama
Hubungi lewat email dotsemarang@gmail.com
Atau klik DI SINI untuk detail lebih lengkap

Film yang ingin memberitahukan kepada penontonnya bagaimana kehidupan guru ngaji dengan berbagai permasalahan yang dihadapi. Rilis di biosko...


Film yang ingin memberitahukan kepada penontonnya bagaimana kehidupan guru ngaji dengan berbagai permasalahan yang dihadapi. Rilis di bioskop tanggal 22 Maret 2018, berikut review filmnya yang kami tonton bulan April di bioskop.

Membawa sejumlah nama tenar, seperti Donny Damara, Dewi Irawan, Tarzan, Ence Bagus, Verdi Solaiman, Dodit Mulyanto dan lainnya, film ini bisa dikatakan 'seharusnya' dapat bertahan lebih lama di bioskop Semarang.

Namun nyatanya tidak. Film yang disutradarai Erwin ini sudah kedepak setelah 2 hari penayangan dari bioskop XXI Transmart.

Memiliki banyak profesi

Mukri, tokoh utama yang diperankan Donny Damara ini memiliki pekerjaan sampingan sebagai Badut di pasar malam. Ia hidup bersama anak dan istrinya yang diperankan Dewi Irawan.

Kehidupan guru ngaji yang ditampilkan di sini adalah keluarga miskin. Dikejar hutang oleh keluarga sendiri dan dibayar seikhlasnya saat pak Mukri mengajar muridnya mengaji, contohnya beras.

Persoalan terus dihadirkan dalam film yang berdurasi 103 menit ini. Bahkan profesi Badut yang dianggap halal pun menjadi masalah tersendiri bagi pak Mukri yang tidak ingin mencoreng dirinya sebagai guru ngaji dan keluarganya.

Saat keyakinan digoyahkan, ada banyak pintu dibuka untuk pak Mukri agar terus menjalani semua aktivitasnya. Baik sebagai guru ngaji maupun profesi sebagai Badut.

Tawa yang menghibur


Film produksi Chanex Ridhall Pictures tidak melulu serius dan penuh drama. Ada sisi tawa yang sangat menghibur dengan balutan kisah cinta.

Ada Dodit Mulyanto sebenarnya yang mewakili sisi komedi. Meski berhasil menghadirkan tawa penonton disebelah kami, peran Dodit di film ini bisa dikatakan tokoh jahat yang selalu menghancurkan tekad Ence Bagus dalam urusan wanita.

Perjuangan Ence yang ingin membeli motor agar dapat menggaet teman wanita yang bekerja bareng mereka selalu kandas.

Sisi lain kehidupan guru ngaji tak melulu diberikan. Beberapa cerita tentang keberagaman diselipkan untuk menambah kaya sebuah film. Termasuk sisi politik, meski diperlakukan sederhana, tetap saja menyentil apa yang sudah biasa terjadi.

Penonton yang bersedih

Ketika pak Mukri akhirnya ketahuan profesinya sebagai Badut, ada gejolak kemarahan tersendiri dari lingkungan. Bahkan sang anak terkena akibatnya. Guru ngaji yang dianggap tokoh berpengaruh, tidak pantas bekerja sebagai Badut.

Kehadiran Tarzan yang memerankan kepala Desa mampu memberikan senyuman kecil kepada kami, yang kadang baik dan kadang juga sebaliknya.

Perjuangan pak Mukri berhasil membuat penonton di dalam bioskop bersedih. Seolah mereka berada di dalam cerita yang merasakan betul hidup menjadi seorang guru ngaji.

Hubungan Ayah dan anak

Bila hubungan kisah asmara yang diselingi perselisihan diberi banyak porsi, sisi hubungan keluarga, terutama Ayah dan anak tetap ditampilkan.

Satu catatan kami tentang suasana yang begitu cepat berubah, semisal senang tiba-tiba sedih. Ini cukup menganggu sebenarnya.

Bagian akhir yang kami sukai

Sebelum menuntaskan cerita filmnya, pak Mukri mendapatkan kejutan dari apa yang dilakukan sang anak. Syukurlah bahwa sang anak berhasil dididik, yang membuatnya terpilih mewakili Sekolahnya setelah disebut mencuri perhatian para guru dengan suara mengajinya.

Impian sederhana pak Mukri bersama keluarga yang menganggap pergi Haji adalah hal mustahil, maka pergi ke Masjid Istiqlal merupakan sebuah anugerah.

Film Guru Ngaji bertahan 2 hari di bioskop Semarang

Mengejutkan memang bila kami pikir setelah menyaksikan film Guru Ngaji ini selesai. Dari sisi cerita dan pesan yang ingin disampaikan sebenarnya sangat menarik.

Seperti biasa kami selalu katakan, bioskop Semarang memang penuh tantangan. Mengingat generasi milenial dan Z begitu besar menguasai.


...

Pak Mukri yang sebenarnya sudah berjuang dengan keras menutupi profesi Badutnya akhirnya ketahuan juga pada sebuah momen dimana anaknya mendapatkan masalah.

Film ini selesai dengan memberikan banyak pesan tentang guru-guru ngaji yang diambil gambarnya memiliki profesi lain. Cukup banyak juga guru ngaji yang ditampilkan untuk menyemangati mereka lewati film ini.

Artikel terkait :
Informasi Kerjasama
Hubungi lewat email dotsemarang@gmail.com
Atau klik DI SINI untuk detail lebih lengkap

Film Halo Makassar dirilis tanggal 12 April di tanah air, namun sayangnya film berdurasi 85 menit ini tidak dirilis di bioskop Semarang. Fil...


Film Halo Makassar dirilis tanggal 12 April di tanah air, namun sayangnya film berdurasi 85 menit ini tidak dirilis di bioskop Semarang. Film produksi Finisia Production ini melengkapi beberapa film yang juga sebelumnya tidak tayang di Semarang. Apa saja?

Sebenarnya kami suka dengan cerita yang dibangun setelah menyaksikan trailer filmnya. Meski memasukkan genre komedi, dua orang yang jatuh cinta karena sebuah suara di dalam taksi, memastikan bahwa film ini ada unsur romantisnya.

Sinopsis film ini selengkapnya dapat dilihat di bawah ini.


Daftar film yang tidak rilis tahun 2018

Selain film Halo Makassar yang tidak dirilis, sudah ada 2 film Indonesia lainnya juga yang tidak tayang. Ada film Maipa Deapati dan Datu Museng yang menjadi film pertama di awal tahun ini sebagai film yang tidak ditayangkan.

Berikutnya, ada film Syirik yang dirilis awal bulan Februari. Padahal genre yang dibawa adalah horor. Dan nasibnya sama seperti film Maipa yang ditayangkan terbatas.

Dua film dari Sulawesi tahun ini yang tidak tayang di Semarang seperti mendapatkan sebuah tantangan tersendiri. Kami yakin,  sineas di sana telah bekerja sangat keras. Tidak sabar rasanya melihat film seperti apa yang nanti bisa kami bawa dari sineas di sana bila filmnya tayang di kota Semarang.
..

Kamis ini (19/4), rupanya ada 1 film lagi yang tidak tayang di bioskop Semarang. Apakah kamu tahu film apa yang kami maksud tersebut? Postingan berikutnya untuk kami bawa ke blog dotsemarang.

Artikel terkait :
Informasi Kerjasama
Hubungi lewat email dotsemarang@gmail.com
Atau klik DI SINI untuk detail lebih lengkap

Film Teman Tapi Menikah sukses menembus daftar film Box Office Nasional . Hingga tulisan ini kami buat, mengutip sumber dari  filmindonesia....


Film Teman Tapi Menikah sukses menembus daftar film Box Office Nasional. Hingga tulisan ini kami buat, mengutip sumber dari filmindonesia.or.id, jumlah penontonnya sudah 1,3 juta. Kira-kira seperti apa antusias saat mereka datang ke Semarang?

Selamat hari kamis, dan ini waktunya kamu pergi ke bioskop. Sedangkan kami, tiap kamis membawa info menarik tentang perkembangan film di tanah air, khususnya di Semarang ke blog kami ini.

Antusias Semarang 

Bukan Falcon namanya bila tidak memikirkan strategi promosi dengan mengadakan roadshow ke kota-kota di Indonesia.

Tayang semenjak 28 Maret 2018, film yang dibintangi Adipati Dolken dan bintang yang sedang bersinar, Vanesha Prescilla, mendatangi bioskop DP Mall untuk menyapa penonton dan penggemar mereka.

Sayangnya, kami ketinggalan informasi soal kedatangan mereka pada tanggal 6 April kemarin.

Berikut foto-foto keseruannya yang gambarnya kami dapatkan dari akun official Instagram falconpictures_






Sumber asli dari Instagram, bisa dilihat di sini.

.........

Seru sepertinya berada diantara kerumunan. Andai bisa hadir, rasanya kami ingin berfoto dengan para pemain. Lumayan bisa mendadak hits. Ternyata selain menyapa penonton Semarang, para kru dan pemain mengunjungi kantor Tribun Jateng dan radio RCTFM.

Artikel terkait :
Informasi Kerjasama
Hubungi lewat email dotsemarang@gmail.com
Atau klik DI SINI untuk detail lebih lengkap

Kami tak melihat bahwa film Bluebell memiliki kekurangan dari sisi ketertarikan penonton Semarang hingga film ini akhirnya hanya tayang seha...


Kami tak melihat bahwa film Bluebell memiliki kekurangan dari sisi ketertarikan penonton Semarang hingga film ini akhirnya hanya tayang sehari saat rilis di bioskop Semarang. Apakah kamu menontonnya?

Membawa genre drama dengan kategori umur remaja, menurut kami film yang diperankan oleh Regina Rengganis ini bisa bertahan lebih lama, setidaknya sepekan.

Sayangnya, harapan tersebut tidak terkabul. Catatan kami lewat Twitter Kofindo berikut ini adalah salah satu buktinya bahwa film ini kurang menarik.


Beberapa tulisan yang kami cari di Google, untuk ulasan film Bluebell yang filmnya di Semarang tayang di bioskop DP Mall, semua memberikan sisi positif.

Reggina, pemeran utama yang salah satu filmnya yang pernah kami tonton, yakni Petak Umpet Minako bagi kami sangat manis. Wanita yang memiliki campuran keturunan Padang dan Tionghoa ini baru berumur 20 tahun, 2 April kemarin.
..

Rekor yang awalnya dipegang film Silariang yang tidak dapat bertahan lama di bioskop Semarang sepertinya telah dipecahkan film Bluebell yang hanya sehari tayang pada tanggal 5 April 2018.

Semoga para sineas tidak kapok untuk terus berkarya lewat film yang dibuat. Tak perlu memikirkan berapa jumlah penontonnya. Tulisan kami ini sekedar memberitahukan saja untuk kemudian dapat dibuatkan strategi khusus menarik berikutnya. Tentunya.

Artikel terkait :
Informasi Kerjasama
Hubungi lewat email dotsemarang@gmail.com
Atau klik DI SINI untuk detail lebih lengkap

Bulan April akan ada 13 film Indonesia yang tayang di bioskop seluruh tanah air.  Jumlah ini masih sama seperti bulan sebelumnya. Berikut da...


Bulan April akan ada 13 film Indonesia yang tayang di bioskop seluruh tanah air.  Jumlah ini masih sama seperti bulan sebelumnya. Berikut daftar film yang mungkin kamu tertarik untuk menontonnya.

Bulan ini kami kembali ke referensi yang sering kami gunakan, yaitu beritagar.id. Pekan pertama bulan April, film Indonesia yang baru tayang didominasi genre drama. Meski begitu, horor tetap masih ada di bulan keempat tahun ini.

1. Arini (5 April)


Rindu dengan Aura Kasih? Film Arini bisa jadi jawabannya saat ini. Film yang dibintangi Morgan Oey ini mengisahkan dua insan yang beda umur 15 tahun jatuh cinta. Ceritanya sendiri berdasarkan novel karya Mira W yang berjudul Masih Ada Kereta yang Akan Lewat.

2.  Partikelir (5 April)


Nama Pandji Pragiwaksono tentu tidak asing bagi kamu. Kali ini ia datang tidak sekedar sebagai pemain, namun juga sebagai seorang sutradara dan debut pertamanya.

Partikelir mengisahkan para detektif yang berusaha membongkar kasus narkoba. Adri (Pandji) dan Jaka (Deva Mahenra) adalah sahabat sejak kecil yang terobsesi menjadi detektif.

3. Jelita Sejuba (5 April)


Film ini akan membawa backgorund soal tentara dengan rasa humanis dalam nuansa Melayu yang kental. Hubungan dua manusia yang akhirnya memutuskan menikah menceritakan bagaimana kenyataan bagaimana bersuami seorang tentara.

4. Bluebell (5 April)


Film terakhir di pekan pertama ini mengisahkan tentang Regina Rengganis yang menjadi Bluebell. Kehidupan berselancar akan memanjakan mata penonton dengan indahnya suasana pantai.

5. Reuni Z (12 April)


Duet sutradara antara Soleh Solihun bersama Monty Tiwa akan menarik dinanti. Reuni Z rupanya tentang reuni SMA Zenith yang diadakan awalnya meriah berubah menjadi menyeramkan.

6. The Perfect Husband (12 April)


The Perfect Husband merupakan drama romantis bikinan Screenplay Productions. Film ini mempertemukan kembali Amanda Rawles dan Dimas Anggara setelah London Love Story 3 yang tayang pada Februari. Dimas jadi Arsen, pilot muda yang susah payah mendekati Ayla (Amanda), siswi SMA nan urakan.

7. Halo Makassar (12 April)


Kebangkitan sineas Makassar tak perlu kami beritahukan lagi. Kali ini datang dengan judulnya simple terdengar. Halo Makassar bercerita tentang bagaimana rasanya jatuh cinta hanya dari suara.

8. Enak Tho Zamanku (12 April)


Film Enak Tho Zamanku banyak membawa misi dari trailer yang sudah dirilis di Youtube. Orang-orang baik akan terus bergandengan dengan orang-orang tidak baik. Kami pikir film ini akan sulit masuk ke bioskop Semaran. Semogat tidak.

9. Terbang: Menembus Langit (19 April)


Terbang merupakan film mengenai perjuangan untuk mengubah nasib, diangkat dari kisah nyata Onggy Hianata (diperankan Dion Wiyoko), seorang pemuda Tionghoa miskin dari Kalimantan yang kini jadi pebisnis ulung di Surabaya.

Film yang dibesut sutradara Fajar Nugros ini juga dibintangi Laura Basuki dan deretan aktor berdarah Tionghoa seperti Baim Wong, Delon Thamrin, Melisa Karim, dan bintang Cek Toko Sebelah Chew Kin Wah.

10. Melawan Takdir (19 April)


Film tentang pendidikan, motivasi, perjuangan hidup persembahan dari produksi rumah 7 langit. Selain itu film ini banyak membawa pemandangan pedesaan.

11. Kembang Kantil (19 April)


Film Kembang Kentil akan jadi debut Nafa Urbach dalam genre horor yang selama ini selalu menolak film horor. Ceritanya sendiri banyak berlatar di dalam rumah dan seorang anak yang bernama Tania.

12. The Secret: Suster Ngesot Urban Legend (26 April) 


Lagi-lagi duet sutradara dalam sebuah film. Kali ini adalah Raffi Ahmad dan Arie Azis. Seperti judulnya tentang Suster Ngesot, ceritanya seperti apa yang sudah kamu bayangkan.

Selain Rafi yang ikut bermain, Nagita Slavina dan Marshanda turut juga meramaikan. Dengar-dengar film ini sempat diprotes warganet karena dianggap merendahkan profesi perawat.

13. Kasinem is Coming (26 April) - Diundur

Film terakhir di bulan April ditutup dengan film yang berkisah tentang tenaga kerja Indonesia di luar negeri. Film ini akan menampilkan aktris Naysilla Mirdad sebagai calon tenaga kerja wanita yang dibohongi agen travel.

Kabar terbaru yang kami dapatkan dari situs hype.idntimes.com, film yang menghadirkan Naysila Mirdad ini rencananya ditayangkan pada bulan Mei, tepatnya tanggal 24 mei 2018.

Sumber referensi klik di sini.

...

Kami melihat 13 film Indonesia yang tayang bakal ada film yang tidak tayang di bioskop Semarang. Bioskop Semarang memang punya standar tersendiri untuk film-film yang dianggap menarik.

Kami harap prediksi kami ini tidak tepat, dan semua film bisa tayang seluruhnya di bioskop kami. Kamu pilih nonton film apa kamis di bulan April?

Artikel terkait :
Informasi Kerjasama
Hubungi lewat email dotsemarang@gmail.com
Atau klik DI SINI untuk detail lebih lengkap

Kami ingin ikut merayakan hari jadi film Nasional hari ini yang jatuh hari Jumat, yang juga bertepatan dengan memperingati Hari Wafat Isa Al...


Kami ingin ikut merayakan hari jadi film Nasional hari ini yang jatuh hari Jumat, yang juga bertepatan dengan memperingati Hari Wafat Isa Al-Masih. Tentu libur akhir pekan ini semakin panjang dengan kalender berwarna merah hari ini.

Insan film semuanya saat ini sedang bersuka cita dengan berbagai torehan prestasi dalam perkembangan perfilman tanah air. Tentu ini kabar bagus buat kita semua.

Kami, sebagai Kofindo dalam perayaan hari film Nasional memang tak memiliki karya yang bisa dibanggakan untuk bicara lebih dalam tentang dunia perfilman Nasional. 

Namun lewat cara kami sendiri yang bicara tentang film dari Semarang berharap kontribusi kecil kami ikut menjadi bagian wajah perfilman tanah air.

Kami menyukai penonton, kami menyukai layar yang terbentang saat film Nasional ditayangkan, kami juga menyukai para pemain yang sudi datang berkunjung ke kota kami sekedar menyapa dan kami suka berbagi jadwal film hanya untuk film Indonesia.

Semua yang kami lakukan datang dari diri kami sendiri yang ingin melihat kota Semarang sangat ramah bagi insan film dalam berkarya dan menyalurkannya ke kota kami dalam sebuah tontonan.

Meski semua yang kami bicarakan tentang rasa suka, kami juga memiliki perasaan benci tentang apa yang terjadi saat sebuah film tidak tayang di kota kami. Bahkan kami menyesali bahwa beberapa film hanya sekedar lewat saat mereka akhirnya turun belum dalam kurun waktu seminggu.

Dari sisi bisnis, itu lumrah dan hal biasa. Kami sadar tidak dapat mengubah apapun terkait itu. Ini PR (pekerjaan rumah) bersama, untuk memberikan karya yang terbaik agar para penonton tertarik menonton.

Bila dikatakan susah dan hanya mengejar keuntungan semata, kami memahami. Namun bila ingin melihat hal yang besar, sudah banyak film berhasil melakukannya. Itu semacam inspirasi.

Produksi film anak-anak yang masih lesu

Sebenarnya ditulisan akhir inspirasi di atas, kami ingin mengakhiri postingan ini. Namun tiba-tiba terlintas sebuah artikel yang berasal dari kompas yang judulnya 'Mira Lesmana Merasa Ada yang Hilang dari Ramainya Film Indonesia'.

Kami sepakat dengan apa yang diutarakan dalam halaman kompas.com tersebut. Ditengah gairahnya perfilman tanah air saat ini, produksi film anak-anak di Indonesia masih lesu.

"Sementara menurut saya ada yang hilang dari ramainya film Indonesia saat ini, bahwa harusnya anak-anak kita perlu tontonan," kata Mira. Selengkapnya tentang ini, kamu bisa buka di sini.

Gambar : Ilustrasi
..

Selamat hari film Nasional!
Kami harap terus maju insan film tanah air. Dan buat orang-orang seperti kami yang hanya berkontribusi kecil, tetap semangat dalam mengkampanyekan film Nasional kepada masyarakat tentang cinta film tanah air sebagai identitas bangsa.

Artikel terkait : 
Informasi Kerjasama
Hubungi lewat email dotsemarang@gmail.com
Atau klik DI SINI untuk detail lebih lengkap

Selama ini mendengar istilah box office, kami selalu menghubungkannya dengan film luar. Terutama televisi yang menayangkan film dengan embel...


Selama ini mendengar istilah box office, kami selalu menghubungkannya dengan film luar. Terutama televisi yang menayangkan film dengan embel-embel box office saat memberikan jadwal tayangnya. Berikut artikel ringan untuk menemani kamis ini yang tentunya masih berhubungan dengan film Indonesia.

Terinspirasi dari artikel swa.co.id (21/3), disebutkan di sana ternyata kriteria untuk film Nasional yang mendapatkan jumlah penonton 1 JUTA sudah bisa disebut box office.

Tahun lalu (2017), film Nasional yang menembus 1 juta penonton totalnya ada 11 film. Bagaimana tahun ini, yang sudah pecah telur adalah film Dilan 1990 dan disusul oleh Eiffel Im in Love 2. *hingga tulisan ini kami publish.

Awalnya box Office

Mundur ke belakang dan sebenarnya istilah box office mulanya merupakan tempat penjualan tiket yang berbentuk kotak. Kalau sekarang tentu tidak kotak lagi, namun berupa counter.

Mengutip dari situs jadiberita.com (25/4/2017), box office bisa dikatakan sebagai label dari film yang penghasilannya sudah melebihi biaya produksi. Dan penghasilan ini biasanya dihitung dari beberapa hari saja semenjak filmnya pertama kali rilis di bioskop.

Di luar sana, istilah box office semacam ukuran keberhasilan penjualan tiket film di bioskop. Film disebut sukses secara box office bila pendapatan dalam satu minggu lebih tinggi di antara film yang tayang di bioskop saat itu.

Rata-rata, produser, dan distributor film mendapatkan lebih dari setengah penghasilan penjualan tiket oleh pihak bioskop. Pembagian ini berbeda-beda berdasarkan waktu tayang film—persentase terbesar pada minggu pertama penayangan. (femina.co.id)

...

Sekarang, kami sudah tahu dan kamu juga tentunya. Jadi ketika ada akun di media sosial yang menyebut film Indonesia disebut akan menjadi film box office, berarti filmnya ditargetkan akan ditonton lebih 1 juta penonton.

Box office film Nasional tentu berbeda dengan box office film luar seperti yang ditulis di atas. Semoga bermanfaat

Artikel terkait :
Informasi Kerjasama
Hubungi lewat email dotsemarang@gmail.com
Atau klik DI SINI untuk detail lebih lengkap

Kamis tiba, dan ini waktunya kami membawa berita tentang film Indonesia. Masih soal film Dilan 1990 yang meski sudah turun filmnya dari bios...


Kamis tiba, dan ini waktunya kami membawa berita tentang film Indonesia. Masih soal film Dilan 1990 yang meski sudah turun filmnya dari bioskop Semarang, tapi masih ada info menarik.

Prestasi 6 juta penonton memang menjadikan film Dilan 1990 tahun ini bakal sulit dikejar film lainnya. Apa yang begitu menarik hingga prestasi ini diraih, kami ingin sekali membagikan data menarik seputar film ini tayang di Semarang.

Sebelum postingan tersebut jadi, berita tentang kota Semarang sebagai penyumbang penonton terbanyak cukup menarik.

Mengutip dari situs metrotvnews.com (9/3), Ibu Kota Jawa Tengah, Semarang, menyumbangkan jumlah penonton film Dilan 1990 terbanyak di Indonesia.

Sutradara film Dilan 1990, Fajar Bustomi, menyatakan banyak penonton di Semarang yang tidak bosan berkali-kali nonton film yang dibintangi Iqbaal Ramadhan dan Vanesha Prescilla tersebut.

Bahkan menurut sang Sutradara, ada penonton yang menonton film Dilan sampai 10 kali hingga 15 kali. Entah siapa, kami pikir itu luar biasa yang perlu diberi tepuk tangan.

Meski begitu, Sutradara tidak merinci secara pasti berapa banyak jumlah penonton di Semarang sebagai penyumbang terbesar.

Konten asli klik di sini.
...

Menarik informasi yang kami dapatkan tersebut, mengingat penonton Semarang tidak ramah dengan film Indonesia terutama soal selera.

Ini bukan berarti selera penonton di sini buruk, tidak juga. Hanya lebih pemilih saja. Bahkan kami percaya tentang patokan sebuah keberhasilan bila berhasil menarik penonton Semarang berbondong-bondong ke bioskop, maka dipastikan film tersebut berhasil dari sisi jumlah penonton.

Apakah kamu percaya dan setuju dengan kami?

Artikel terkait :
Informasi Kerjasama
Hubungi lewat email dotsemarang@gmail.com
Atau klik DI SINI untuk detail lebih lengkap

Edisi kamis ini (8/3), kami membawa film Yo Wis Ben ke blog dotsemarang yang filmnya sendiri rilis pada tanggal 22 Februari. Semarang menjad...


Edisi kamis ini (8/3), kami membawa film Yo Wis Ben ke blog dotsemarang yang filmnya sendiri rilis pada tanggal 22 Februari. Semarang menjadi satu diantara beberapa kota yang mereka datangi untuk mempromosikan filmnya.

Sempat dikabarin teman kami bahwa Bayu Skak dan pemain film lainnya akan berkunjung ke Semarang sehari sebelum film mereka beredar di bioskop tanah air.

Sayangnya antusias masyarakat yang menyaksikan kedatangan mereka hari Rabu (21/2) di Java Mall tidak dapat kami ikuti. Kami kehilangan fokus setelah ada acara lain sebelumnya.


Java Mall yang jadi lokasi roadshow

Gambar cover (paling atas) kami ambil dari instagram @indrawidjaya yang juga pemain film Yo Wis Ben. Antusias yang hadir di sini tidak kalah dengan kota-kota lain yang dikunjungi.

Antusias luar biasa ini mengingatkan kami seperti saat roadshow film Warkop pertama rilis, suasananya kurang lebih sama.

Syukurlah, kami menemukan video keseruan roadshownya di kanal  akun Youtube StarvisionPlus. Dari pintu masuk hingga di dalam bioskop.



....

Film Yo Wis Ben merupakan film yang bergenre komedi dengan ciri khas bahasa yang hampir 80% adalah bahasa Jawa. Berlatar SMA, film ini mengajak penonton untuk terus berusaha meski banyak memiliki kekurangan.

Rilis perdana di bioskop Semarang, film dengan durasi 99 menit ini tayang di 5 Bioskop. Keluarga Cinema 21 semuanya (Citra, DP, Paragon dan Transmart) dan Cinemaxx (Java).

Artikel terkait :
Informasi Kerjasama
Hubungi lewat email dotsemarang@gmail.com
Atau klik DI SINI untuk detail lebih lengkap

Maret ini kami punya situs referensi baru terkait jadwal film Indonesia yang beredar bulan ini. Mundur ke belakang di bulan yang sama tahun ...


Maret ini kami punya situs referensi baru terkait jadwal film Indonesia yang beredar bulan ini. Mundur ke belakang di bulan yang sama tahun lalu, film Indonesia ada 13 yang beredar. Bagaimana dengan bulan ketiga tahun ini.

Adalah situs id.bookmyshow.com lewat blognya yang kali ini kami jadikan referensi untuk daftar film Indonesia yang beredar bulan Maret. Total film yang tayang ada 14 film. Berikut detailnya.

1. Benyamin Biang Kerok (1 Maret)


Lagi, rumah produksi Falcon sudah menghadirkan film menariknya yang bakal mencuri perhatian. Dari sejarah film yang diproduksi, filmnya selalu mendapat jumlah penonton bagus. Apakah film yang dibintangi Reza Rahadia ini membuatmu tertarik?

Disutradarai Hanung Bramantyo, film ini membawa sejumlah nama seperti Rano Karno, Meriam Bellina, Delia Husein, dan Aci Resti.

2. Nini Thowok (1 Maret)


Suguhan genre horor sudah kembali mengawali awal bulan. Kali ini arahan sutradara Erwin Arnada dengan rumah produksi TBS Films.

Nini Thowok yang berupa boneka ini sering disebut juga jelangkung perempuan. Pemain utamanya adalah Natasha Wilona yang akan berperan sebagai Nadine, meneruskan losmen peninggalan neneknya. Natasha akan ditemani pemain seperti Ingrid Widjanarko, Jajang C. Noer, Gesata Stella, dan Slamet Ambari.

3. Titisan Setan (8 Maret)


Horor kedua di minggu kedua bulan Maret datang dari sutradara garapan Agusti Tanjung. Para pemainnya adalah Wendy Wilson, Baim Wong, Igor Saykoji, dan Faizah Aliyah.

Latar Vila (penginapan) menjadi background film ini diputar nanti. Melisa dan Bara, dua tokoh utama film ini berniat menghabiskan akhir pekan bersama rekan-rekannya.

4. Mata Dewa (8 Maret)


Mengusung genre olahraga khususnya Basket, film ini sepertinya sangat menarik. Hanya saja dari judulnya agak gimana gitu.

Bercerita tentang Dewa, siswa SMA yang berniat memenangkan DBL Indonesia namun terhalang ketika matanya dihajar oleh preman dan menghambat aksinya. Dibintangi oleh Kenny Austin, Agatha Chelsea, dan Brandon Salim.

5. Sekala Niskala (8 Maret)


Keindahan Bali akan disajikan lewat film ini. Apakah film karya Kamila Andini ini akan tayang di seluruh bioskop tanah air, kami harap demikian.

Berkisah tentang kekerabatan yang erat antara anak kembar, Tantri, dan Tantra. Mereka lahir dan tinggal di sebuah pedesaan di Bali. Di antara kekerabatan, ada pula hubungan mereka dengan hal-hal yang tak kasat mata dan bulan purnama.

6. Love For Sale (15 Maret)


Film yang sangat kami tunggu tentang bagaimana seorang pria payuh baya akan menemukan seorang wanita untuk kembali merasakan jatuh cinta.

Genrenya yang membawa komedi romantis, selain Gading Marten yang menjadi pemain utamanya, kami tertarik pada Arini yang akan menjadi pasangannya yang diperankan Della Dartyan.

7.  Get Lost (15 Maret)


Horor ketiga ini produksi Pafindo ini membawa kisah sekelompok anak SMA yang penasaran dan menantang nyali di gua Pendem, Cilacap.

Film garapan sutradara Sisca Dopert ini membawa sejumlah nama diantaranya Maxime Bouttier, Angelica Simperler dan Indra Kharisma.

8.  Hongkong Kasarung (15 Maret)


Pemain utamanya adalah Sule, bisa dipastikan film ini membawa genre komedi. Film produksi Artomoro Pictures ini saat proses syuting banyak ditayangkan lewat akun Youtube Sule. Cukup lama juga nunggu film ini beredar di bioskop.

Selain anak Sule yang ikut bermain, Rizky Febia, film ini dibintangi sejumlah nama diantaranya  Pamela Bowi, Selvi Kitty, Parto Patrio dan Saswi Widjanarko.

9. Kenapa Harus Bule? (22 Maret)


Bertema komedi, film ini bercerita tentang seorang wanita yang ingin mencari calon suami bule walau ada pria lokal yang melamarnya.

Dibintangi Putri Ayudya, Natalius Chendana, Cornelio Sunny, dan Michael Kho, film ini menjadi film kolaborasi rumah produksi antara Kalyana Shira Films dan Good Sheep productions.

10. Guru Ngaji (22 Maret)


Genre religi ikut meramaikan bulan Maret. Film yang dibintangi Donny Damara, Ence Bagus, dan Dodit Mulyanto ini bercerita tentang seorang guru ngaji bernama Mukri yang berusaha menutupi kesulitan ekonomi keluarganya sehari-hari dengan menjadi badut.

11.  Moonrise Over Egypt (22 Maret)


Film bertema perjuangan ini menceritakan  kisah perjuangan diplomasi kemerdekaan Republik Indonesia di Mesir. Film ini disutradarai oleh Pandu Adiputra.

Di produksi PT Tiga Visi Selaras (TVS), Moonrise Over Egypt dibintangi oleh Prit Timothy, Mark Sungkar, Ganda, dan Vikri Rasta

12. Revan & Reina (29 Maret)


Kesuksesan Dilan 1990 yang menghadirkan cerita anak remaja coba kembali dituangkan dalam film garapan sutradara Andreas Sullivan. Bukan, bukan persis seperti Dilan. Cuma genrenya saja, kok.

Dibintangi Bryan Domani, Angela Gilsha, Irsyadillah, dan Ajun Perwira, film ini menceritakan tentang  kisah cinta Revan dan Reina, namun Revan berumur tiga tahun lebih muda dari Reina.

13. Danur 2 : Maddah (28 Maret) *tayang lebih awal


Sukses besar di film pertamanya, tentu harapan di film keduanya yang masih dibintangi Prilly Latuconsina masih akan sama. Menembus lebih jutaan penonton.

Horor keempat di bulan ini apakah berhasil menarik perhatian seperti film pertamanya dan masuk dalam jajaran film di atas 1 juta tahun ini, menarik untuk ditunggu film ini tayang.

Film Danur 2 masih digarap sutradara yang sama, Awi Suryadi. Kali ini Risa sedang menginap di rumah om tantenya dan menemukan kejanggalan dan diteror hantu wanita. Film ini diramaikan juga penampilan Sandrinna M. Skornicki, Shawn Andrian, Sophia Latjuba, dan Bucek Depp

14. #TemanTapiMenikah (28 Maret) *tayang lebih awal


Dari judulnya yang unik dengan penambahan tagar ini membawa genre drama romantis. Tebak, siapa rumah produksinya kali ini. Ternyata kembali Falcon yang menggarap dan merupakan film keduanya di bulan Maret.

Harapan besar dibawa film ini yang menyematkan bintang utamanya adalah Adipati Dolken yang diduetkan lawan mainnya yaitu, Vanesha Prescilla. Film ini diangkat dari kisah nyata pasangan selebriti Ayudia Bing Slamet dan Ditto Percussion.

Original link referensi klik di sini.
Jadwal sewaktu-waktu dapat berubah tanpa pemberitahuan, kami mohon maklum untuk hal tersebut.

Artikel terkait :
Informasi Kerjasama
Hubungi lewat email dotsemarang@gmail.com
Atau klik DI SINI untuk detail lebih lengkap