Sesuaikan Anggaran Anda

Home Top Ad

Responsive Ads Here
Showing posts with label kota lama. Show all posts

Kamu yang sedang berkunjung ke kawasan Kota Lama Semarang, kami mohon maaf atas ketidaknyamanannya karena sedang ada proyek revitalisasi dar...


Kamu yang sedang berkunjung ke kawasan Kota Lama Semarang, kami mohon maaf atas ketidaknyamanannya karena sedang ada proyek revitalisasi dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

Apa kabar Kota Lama Semarang? Buat yang lama rindu kota dengan oleh-oleh Lunpianya ini, kawasan ini sedang dalam perbaikan. Perbaikan tersebut meliputi jalan, drainase, penataan jalur pedestarian, landscape, bangku taman, halte hingga kolam retensi.

Termasuk Taman Bubakan yang di bawahnya nanti ada Polder mini. Menurut pak Wali, mengutip dari situs kompas.com (14/5), Bubakan gak banjir lagi.




Saat kami melihat langsung beberapa kali ke sana, kawasan Kota Lama memang benar-benar dirombak. Bahkan pedesterian yang sudah ditata, terpaksa diperbaiki kembali.

Meski kedepannya wajah Kota Lama akan menjadi lebih menarik, kami tidak sabar menantikannya, proyek revitalisasi ini juga memiliki dampak kurang menyenangkan bagi pelaku bisnis yang daerahnya sedang diperbaiki.

Semoga pemilik bisnis dapat mengatasi dengan beberapa strategi demi meminimalisirkan dampak akibat proyek ini yang menelan biaya APBN mencapai Rp 196 miliar.

Sumber referensi : properti.kompas.com

Artikel terkait :
Informasi Kerjasama
Hubungi lewat email dotsemarang@gmail.com
Atau klik DI SINI untuk detail lebih lengkap

Pendatang baru di Kota Lama ini memang bukan wajah baru dalam dunia kuliner. Cabang ke-21 dari Pringsewu Restaurant Group ini datang dengan ...


Pendatang baru di Kota Lama ini memang bukan wajah baru dalam dunia kuliner. Cabang ke-21 dari Pringsewu Restaurant Group ini datang dengan nuansa klasik retro yang kami pikir, bangunan yang digunakan punya daya pikat tersendiri. Terutama sejarahnya. Berikut sedikit ulasam Pringsewu Semarang dari kami.

Berada di jalan Suari Nomor 10–12, kami akhirnya bisa mengunjungi tempat ini bersama rekan-rekan bloger Semarang. Pas kebenaran bulan puasa, jadi temanya dibuat buka bersama.

Kali ini Gandjel Rel, penghubung kami dengan pihak Pringsewu mengapa kami bisa hadir, mengingat sebelumnya beberapa waktu lalu kami membicarakan tempat ini karena baru tahu sudah grand opening pada awal bulan Mei 2018.

Takjub dengan suasana bangunan

Sekilas terlihat biasa bagi kami bangunan yang digunakan Pringsewu Semarang dari luar, mengingat kawasan Kota Lama memang banyak bangunan menarik yang keasliannya masih dipertahankan.

Namun setelah masuk, bukan hanya lantai utama yang dijadikan pengunjung menyantap makanan atau sekedar nongkrong, bangunan yang terlihat dua lantai dari luar ini memiliki suasana yang menakjubkan menurut kami.

 Tempat Pringsewu Semarang berada dekat Bank Mega Kota Lama
Melihat suasana dari lantai 2 gedung yang dipakai Pringsewu Semarang



Buka bersama dan mendengarkan sejarah

Pringsewu menurut kami tidak sekedar menjual makanan dan tempat duduk saat tubuh terasa lelah atau sekedar menghabiskan waktu di kawasan Kota Lama, gedung yang digunakan ini merupakan bekas kantor pusat NV Kian Gwan milik raja gula Oei Tiong Ham.

Itu artinya seluruh bangunan di sini menyimpan sejarah yang besar. Bila pihak resto pandai mengemas tempat ini dengan berbagai cerita menarik, tentu Kota Lama semakin menarik saja untuk dikunjungi masyarakat yang ingin berwisata. Dan pasti keuntungan juga buat mereka.

Maka untuk itulah, kehadiran duta Kola (pemandu wisata Kota Lama) diantara kami cukup menarik. Ada 3 orang perwakilan dari pemandu yang hadir ditengah-tengah kami bersama pihak resto sebelum buka puasa.

Mereka bercerita tentang sejarah gedung Pringsewu yang digunakan ternyata sudah ada sejak 1 Maret 1862, dengan nama waktu itu NV Handel Maatschappij Kian Gwan. Bangunan bersejarah ini kental dengan arsitektur Eropa di masa lalu.


Tuan rumah, Pringsewu membuka acara. Ada pak Aryanto Wahyu dan Rosyad Khan sebagai direktur Marketing. Lalu, ada pak Sunarto dan Andi Bram sebagai manager. 

Duta Kola, pemandu wisata Kota Lama menerangkan sejarah sekaligus wayang Dewi Sri

Menu Pringsewu Semarang

Beberapa menit sebelum waktu berbuka, hidangan sudah dihidangkan di atas meja yang berada tak jauh dari kami. Namanya bloger, saat tahu hidangan dipersilahkan setelah acara selesai, tanpa ragu kami pun ikut ambil bagian dengan mengambil gambar-gambar. Kapan lagi dapat momen di sini.

 Bandem telor dadar bakso telor 
Bandem ayam geprek

Dua menu di atas katanya merupakan menu ciri khas yang dibawa untuk Pringsewu Semarang. Namanya Bandem, pake m belakangnya. Bukan bandeng, lho. Dua menu tersebut harganya Rp. 27.500. Menariknya dari kepalan nasi yang ditaruh ditengah, saat dibelah, ada isinya berupa teri.


Ya, kamu pasti sudah menebaknya jika nama makanan ini adalah Onde-onde. Menu ini dihadirkan juga yang memang satu paket tersebut berisi 4 Onde-onde dalam satu piring.

Favorit kami nih, Gurameh saos rujak - 85K

Gurameh Pecak - 85K 

Udang saos padang - 47,5K 

Kaelan Ca Bawang Putih - 23,5K 
 Gurameh gandum - 85K 
Sampai lupa, minumnya

Bisa dikatakan harga yang ditawarkan pada saat kami hadir termasuk mahal buat ukuran kami. Meski begitu, menu lainnya yang tersedia tentu ada dengan harga pas dikantong. Kami tak membawa menu tersebut, karena memang tak dihidangkan saat acara. Silahkan coba sendiri bila penasaran.
..

Kami sangat senang bisa diundang seperti ini. Semoga pengalaman kami ini dalam menghadirkan informasi, meski nggak banyak, dapat bermanfaat sebagai alternatif dan rekomendasi bila kamu sedang berada di kawasan Kota Lama Semarang.

Kamu bisa ikuti info terbaru dari Pringsewu Kota Lama lewat Instagram-nya dengan nama @pringsewu_semarang. Foto-foto lainnya bisa dilihat juga di Fans Page Facebook dotsemarang, klik di sini.


Artikel terkait :
Informasi Kerjasama
Hubungi lewat email dotsemarang@gmail.com
Atau klik DI SINI untuk detail lebih lengkap

Gedung Oudetrap berada di kawasan Kota Lama, tepatnya berada di sebelah gedung Samudra dan dekat Taman Srigunting. Bulan Januari 2018, gedun...


Gedung Oudetrap berada di kawasan Kota Lama, tepatnya berada di sebelah gedung Samudra dan dekat Taman Srigunting. Bulan Januari 2018, gedung ini diresmikan pemerintah setelah direnovasi. Tertarik berkunjung?

Ini bukan kali pertama kali kami sebenarnya masuk ke dalam ruangan gedung Oudetrap. Beberapa acara yang diselenggarakan di sini, kami turut hadiri.

Mengutip dari situs suaramerdeka.com, tahun 2015 gedung ini rupanya dibeli pemkot Semarang senilai 8,7 milyar. Rencananya tempat ini dijadikan pusat informasi wisata dan kegiatan seni.

Kami sendiri pada saat berkunjung pertama kali tahun ini dalam rangka menghadiri acara pegiat wisata Semarang yang bertajuk 'Morning Tea' (21/3). Silahkan lihat di sini ulasannya.

Kesan pertama masuk pertama kali adalah ruangannya adem, dan juga dingin. Rupanya di dinding atas dipasangin AC. Pantes saja.

Jika kamu pertama kali ke sini, ruangannya saat masuk terlihat lebih panjang. Di bagian belakang, ada gedung yang bisa digunakan buat acara atau pertemuan. Dipikir-pikir kalau punya acara dan menginginkan spot menarik, gedung ini bisa dipinjam.

Koreksi kami bila salah, mengenai tempat ini sebenarnya gratis digunakan. Tentu harus izin dan acaranya harus benar-benar serius dan menarik. Soal menghubungi siapa, kami belum tahu. Mungkin bisa langsung ke gedungnya.

Berikut beberapa foto yang sempat kami abadikan ditengah rutinitas menghadiri acara. Tidak begitu lengkap sih, namun gambarannya tentu sudah bisa dibayangkan.


Pertama masuk, ruangan seperti ini kamu yang akan kamu temui. Seperti gambar paling atas atau cover, seperti itulah suasananya.


Menuju ke arah belakang, ada semacam pembatas tengah yang merupakan jalur ke gedung pertemuan, tempat di mana kami menghadiri acara.




Ini adalah ruangan pertemuan yang bisa kamu gunakan, semisal berencana membuat acara di sini. Tempatnya luas berbentuk panjang. Dan lihat ke atas orang-orang yang sedang berdiri, AC -nya banyak juga ternyata.




Sampai di sini dulu untuk postingan halaman ini. Gambar di atas adalah lokasi gedung Oudetrap, yang gedungnya sendiri berada di sebelah kanan saat kamu membaca tulisan kami ini.

Artikel terkait :
Informasi Kerjasama
Hubungi lewat email dotsemarang@gmail.com
Atau klik DI SINI untuk detail lebih lengkap

Kawasan Kota Lama yang bukan saja menjadi magnet pariwisata kota Semarang namun sedang diturutsertakan sebagai salah satu bagian dari warisa...


Kawasan Kota Lama yang bukan saja menjadi magnet pariwisata kota Semarang namun sedang diturutsertakan sebagai salah satu bagian dari warisan dunia pada tahun 2020, dibawa dalam sebuah diskusi forum para pegiat wisata yang bernama Morning Tea. Seperti apa suasananya?

Kami sedikit terlambat datang ke lokasi acara yang kali ini ditempatkan di Gedung Oudetrap, dekat Taman Srigunting. Jujur, lama juga tidak nimbrung acara seperti ini. Bahkan postingan kami selama mengikuti kegiatan ini berlangsung sudah tidak ada. (Ganti domain)


Acara yang berlangsung hari Rabu pagi (21/3), seperti tertera di atas nara sumber yang berbicara dalam diskusi, dihadiri pegiat wisata dan seluruh stake holder wisata Kota Semarang. Kami sendiri saat hadir selalu mewakili dari kalangan bloger Semarang.

Tapi nama terakhir yang tertera di poster acara, Hevearita Gunaryanti Rahayu atau sapaan akrabknya Mbak Ita, ketua BP2KL sekaligus Wakil Wali Kota Semarang berhalangan hadir.

Pawai Ogoh-ogoh sebagai bentuk dukungan pariwisata kota Semarang


Sebelum berbicara tentang Kota Lama, hadirin mendengarkan sesi ketua PHDI Kota Semarang, I Nengah Wirte yang membahas acara Pawai Ogoh-ogoh yang liputannya sudah ada di blog dotsemarang di sini.

Dalam kesempatannya, beliau menjelaskan jika acara yang diselenggarakan tiap tahun ini mengkolaborasikan dengan pegiat seni kota Semarang  dan lintas agama. Intinya sebagai bentuk dukungan pariwisata kota.

Support Revitalisasi Kota Lama Menuju World Heritage 2020



Kami baru tahu jika kawasan Kota Lama memiliki visi yang sebenarnya kami pikir itu sering yang kami dengar. Visinya adalah Kota Lama ialah menuju kota warisan dunia 2020. Dihitung-hitung tinggal 2 tahun lagi dari postingan yang kami tulis hari ini.

Mendengar warisan dunia atau world heritage yang ditargetkan pemkot Semarang masuk dalam UNESCO memang bukan hal baru. Ini mengingat penetapan yang dilakukan UNESCO sudah dimulai semenjak tahun 2015.

Beruntung bagi yang hadir kali ini saat perwakilan dari Badan Pengelola Kawasan Kota Lama (BP2KL) memaparkan kemajuan-kemajuan yang dilakukan maupun sedang tahap pengerjaan.

Selain tentang banyaknya spot menarik bagi pengunjung yang mampir dengan beraktivitas swafoto, BP2KL mengundang sineas yang ingin menggunakan Kota Lama untuk membuat film.

Terakhir kali kami mengikuti aktivitas syuting film di kawasan Kota Lama adalah film Wage, yang dilakukan pada bulan Juli 2017. Sayangnya kami malah tidak menonton filmnya di bioskop saat tayang. Lihat di sini foto-fotonya.


...

Acara pun diakhiri dengan sesi foto bersama dan kemudian dilanjut makan siang. Tentu bonus yang hadir bisa dikatakan ini sebuah keberuntungan bagi kami.

Selain menjadi tempat berkumpul dan bersilaturahmi dengan banyak orang, seperti dari pihak hotel, pemkot Semarang, pegiat wisata, media dan komunitas, forum seperti ini dapat melekatkan berbagai pihak tentunya.

Kami juga sangat tertarik dengan isi dalam gedung Oudetrap, apalagi semenjak diperbaiki, baru kali ini kami memasukinya. Dan ini keren. Untuk pertemuan atau ingin mengadakan acara, gedung Oudetrap yang katanya gratis asal izin dengan pihak gedung, tempat ini sangat rekomended.

Postingan berikutnya, coba kami beritahukan beberapa hal menarik tentang gedung ini. Ditunggu yah.

Artikel terkait :  
Informasi Kerjasama
Hubungi lewat email dotsemarang@gmail.com
Atau klik DI SINI untuk detail lebih lengkap