Sesuaikan Anggaran Anda

Home Top Ad

Responsive Ads Here
Showing posts with label Komunitas. Show all posts

Mereka resmi dibentuk pada tanggal 15 November 2016. Tentu saja, dari namanya saja semua anggotanya mayoritas adalah perempuan. Halaman ini ...


Mereka resmi dibentuk pada tanggal 15 November 2016. Tentu saja, dari namanya saja semua anggotanya mayoritas adalah perempuan. Halaman ini berisi video tentang sejarah berdirinya mereka. Penasaran?

Sudah berjalan setahun lebih, baru kali ini kami bertemu dengan mereka yang kebenaran mereka turut hadir dalam rangka syukuran Workshop dan Soft opening Batik Jayakarta Semarang yang memiliki tempat baru di jalan dr. Cipto no.172, Semarang.

Yang belum tahu, kini Batik Jayakarta di kota Semarang sudah memiliki 2 gerai. Terbaru, yang kemarin awal Mei kami hadiri ini.

Awal berdiri komunitas Diajeng Semarang

Video berdurasi kurang dari 2 menit ini menampilkan Mbak Maya, salah satu pendiri dari komunitas Diajeng Semarang yang bercerita awal mula mereka hadir di kota Semarang.



Mereka memiliki visi misi, yaitu nguri-nguri kebudayaan Jawa. Yang mengajak masyarakat memakai batik dan kebaya dalam keseharian. Tidak melulu hanya saat pada acara tertentu.

Untuk menambah pengetahuan mereka tentang batik, Mbak Maya bahkan memiliki sertifikasi yang berhubungan dengan batik. Jadi ketika mereka berbicara batik dan membahasnya, mereka tidak asal bicara dengan yang dikatakan.

Memberi workshop

Batik Jayakarta menggandeng mereka dalam acara yang dilangsungkan di tempat baru mereka, Selasa (1/5), memang sengaja untuk dapat memberi workshop.

Komunitas Diajeng sendiri memberi workshop dengan tema membuat pakaian dari kain batik yang gaya berpakaiannya memiliki 28 style sebenarnya. Hanya saja saat acara, mereka memberi 3-4 style kepada para undangan yang hadir.

Kami memiliki beberapa video rekaman tentang cara mereka membuat style dari kain batik yang bisa digunakan tanpa perlu susah-susah sampai harus mengikat segala (tali atau ikat pinggang). Tapi bersabar dulu, yah. Nanti kami update di postingan berikutnya.


Instagram

Dengan tagline 'Bangga Berkain Bangga Berkebaya', mereka dapat ditemui di Instagram dengan nama komunitasdiajeng. Hingga tulisan ini dibuat, jumlah pengikut mereka sudah mencapai 200 pengikut.

Kalau kamu mau kenalan dengan mereka, silahkan kepoin akun mereka.


Artikel terkait :
Informasi Kerjasama
Hubungi lewat email dotsemarang@gmail.com
Atau klik DI SINI untuk detail lebih lengkap

Kamu yang hadir di kelas ini, kamis kemarin (22/3), tentu sangat beruntung. Mengingat jumlah pesertanya benar-benar membludak dan bahkan har...


Kamu yang hadir di kelas ini, kamis kemarin (22/3), tentu sangat beruntung. Mengingat jumlah pesertanya benar-benar membludak dan bahkan harus ditutup lebih cepat. Berikut ulasan kami yang turut hadir di dalam ruangan.

Dilantik bulan Februari, komunitas Cah Semarang Hebat terus bergerak mempromosikan diri. Salah satu kegiatannya adalah membuat kelas tanpa dipungut biaya sepeserpun. Tak tanggung-tanggung Instagram menjadi tema pertama kelas ini pertama dibuka.

Menarik? Tentu saja. Selama ini kami banyak bicara tentang dunia blogging dan juga sering membuat hal yang sama. Seiring waktu, memang Instagram sudah mengambil alih dunia yang selama ini kami geluti.

Instagram pemula


Sebenarnya kami sangat berharap bahwa sesi kelas ini banyak bicara tentang personal branding. Apalagi pembicaranya, mas Youlanda yang memiliki pengalaman 15 tahun dalam dunia Industri Kreatif dan Digital.

Namun sebelum berharap terlalu jauh sampai sana, peserta yang hadir kurang lebih 50 orang ini, rupanya masih ada yang tidak menggunakan Instagram. Alasannya pun beragam, bahkan ada yang sampai kena banned sama Instagram.

Salah satu alasan yang menarik dari salah satu peserta adalah memori hape yang terbatas. Kami pikir era ponsel semakin cerdas dan harga yang semakin bersaing, tidak lagi ada kendala seperti ini. Ternyata masih ada.

Lalu, alasan lainnya adalah koneksi yang dianggap mahal. Mungkin kami saja yang kurang optimal memberikan informasi bahwa di Semarang banyak sekali spot Wifi gratis, makanya persoalan seperti ini masih tetap ada saja.

Mas Youlanda

Pada akhirnya, pembicara mengarahkan peserta pada pembuatan akun Instagram dalam sesinya. Lalu mengenalkan aplikasi pendukung untuk mengedit video dan foto sebelum dipublish di Instagram.

Ada banyak rekomendasi aplikasi dan kesemuanya setidaknya harus dicoba oleh peserta. Termasuk tentang fitur repost yang dalam pengertiannya adalah membawa postingan dari akun lain ke akun milik kita.

Promosi tentang Semarang dan komunitas

Selain bicara tentang Instagram, pembicara juga berbicara sedikit tentang Facebook. Meski pada akhirnya peserta yang hadir diarahkan melihat akun komunitas Cah Semarang Hebat.


Sesi kedua tak kalah menarik juga sebenarnya, terutama dari sisi kami yang melihat jabatan dalam pandangan orang biasa. 

Bagaimana tidak, ketua DPRD kota Semarang, pak Supriyadi ikut ambil bagian mengisi kelas. Memang beliau memiliki peran terbentuknya komunitas, maka tak heran kami melihatnya.

Sesi beliau yang kami tangkap lebih banyak bicara tentang promosi  kota Semarang yang sangat potensial untuk terus dikampanyekan, terutama di era media sosial saat ini.

Tagar #BanggaSemarang yang didengungkan komunitas Cah Semarang Hebat adalah salah satu kampanye yang terus digalakkan agar orang-orang merasa bangga dengan Semarang.

Ketua DPRD Kota Semarang, pak Supriyadi

Bagian lainnya, beliau tak lupa mempromosikan komunitas Cah Semarang Hebat untuk diketahui peserta yang hadir. Beberapa peserta bahkan harus mendapatkan kursi tambahan untuk mengikuti kelas kali ini.
...

Kelas sore ini pun harus diakhiri dengan foto bersama. Rencananya kelas workshop ini akan rutin digelar tiap minggu dengan berbagai tema tentunya. Kamu hanya perlu cari tahu info selanjutnya di akun Instagram Cah Semarang Hebat.

Artikel terkait :
Informasi Kerjasama
Hubungi lewat email dotsemarang@gmail.com
Atau klik DI SINI untuk detail lebih lengkap

Tiga komunitas Semarang ini dilantik dihadapan Wakil Wali kota Semarang, Ketua DPRD kota hingga perwakilan Diskominfo Jateng sampai kota Sem...


Tiga komunitas Semarang ini dilantik dihadapan Wakil Wali kota Semarang, Ketua DPRD kota hingga perwakilan Diskominfo Jateng sampai kota Semarang. Menyaksikan pemandangan seperti ini, tentu sangat membanggakan. Terlebih para anggotanya.

Senin (19/2), bertempat di gedung Balai Kota Semarang, kami sedang menunggu kehadiran Mbak Ita (sapaan akrab Wakil Wali Kota) yang akan menjadi saksi bagaimana di tahun keduanya memimpin bersama pak Hendi (Wali Kota) meresmikan kehadiran 3 komunitas di kota Semarang.

Terakhir kali posting tentang komunitas pada bulan Agustus 2017, dan hari ini kembali membawa berita tentang komunitas tentu sangat menarik. Terlebih kehadiran pejabat yang ikut terlibat.

3 Komunitas tersebut ialah

Ada komunitas Cah Semarang Hebat (CSH) yang berisi para pegiat media sosial Semarang yang jumlah pengikutnya di atas rata-rata. Termasuk kami, dotsemarang, yang tanpa sadar ternyata ada di sana. 


Bila dijumlah keseluruhan pengikut di media sosial komunitas CHS yang kebanyakan dari Instagram, jumlahnya bisa mencapai 1 juta lebih. Kami tidak sia-sia merilis daftar akun Instagram yang berpengaruh di tahun 2018 sebelumnya. Dan lumayan terkejut juga bahwa ini akhirnya jadi sebuah komunitas. *Tapi tidak semua masuk dalam komunitas.

Komunitas berikutnya adalah Semarang Digital Kreatif (SDK) yang kami pahami dari awal bahwa SDK sendiri merupakan nama tempat atau wadah yang memfasilitasi keberadaan komunitas. SDK yang terletak di kawasan Kota Lama memang berisi banyak komunitas, khususnya para startup Semarang.


Pada akhirnya, SDK kini memiliki kepengurusan yang kami pikir tujuannya untuk membangun hubungan yang lebih baik sebagai jembatan komunitas dengan komunitas lain. Dengar-dengar, di sana ada lebih dari 20 komunitas yang berada dalam 1 atap.

Terakhir, ada Relawan Teknologi Informasi dan Komunikasi (RTIK) Kota Semarang. Kami pernah terlibat dalam komunitas ini, baik secara Nasional maupun tingkat kota hingga provinsi.


Melihat mereka dilantik secara resmi dengan disaksikan para pejabat, kami sangat bangga pernah terlibat dengan seragam kebanggan warna biru mereka.

Pionir Jawa Tengah

Kepala Diskominfo Jawa Tengah, Dadang Soemantri ADT., MT, dalam sambutannya menyebutkan bahwa Semarang menjadi pionir di Jawa Tengah dalam perkembangan teknologi informasi dan komunikasi. Beliau mengharapkan ada sinergi antara kota Semarang dan kota-kota lain yang ada di Jateng.


Beliau juga berpesan kepada komunitas yang terbentuk agar tidak menyebarkan berita bohong atau hoax dan lebih bijak dalam bermedia sosial.

Aplikasi E-Sarapan

Pak Supriyadi, ketua DPRD Kota Semarang yang dipostingan sebelumnya kami udah tayang, menyampaikan pesan tentang peran komunitas dalam mensosialisasikan program pemerintah kota.


Menurut beliau, banyak informasi yang berhubungan dengan kegiatan pemerintah kota belum tersampai ke masyarakat secara benar.

Disela-sela pesannya, beliau juga mempromosikan program aplikasi E-Sarapan yang dibuat DPRD kota yang punya tujuan memfasilitasi serapan aspirasi masyarakat kepada anggota dewan dengan cara yang lebih kekinian.

Bullying Pemerintah 

Mbak Ita dalam sambutannya yang mewakili Wali Kota yang tidak bisa hadir karena masih ada acara yang juga sedang berlangsung memiliki harapan yang sama dengan pak Dadang.


Komunitas diharapkan saling bersinergi dan berperan aktif menjembatani jalur informasi dari pemerintah dan stakeholders.

Apalagi tahun ini hingga 2019, kita memasuki tahun politik. Berita bohong dan bullying semakin marak. Komunitas bisa menyerang balik (meluruskan informasi) berbagai bullying yang tidak punya alasan jelas terhadap berbagai program pemerintah. Termasuk contohnya adalah banjir.

Dibina  Diskominfo Kota Semarang

Ketiga komunitas yang dilantik langsung pak Nana, kepala Diskominfo kota ini akan dibina oleh Diskominfo langsung. Kami akan terus perbarui informasinya ke depan, seperti apa yang dilakukan Diskominfo ini.

...

Selamat kami ucapkan kepada 3 komunitas yang telah dilantik. Selain dapat bersinergi dengan pemerintah dan masyarakat serta stakeholders, kami berharap ketiganya juga bersinergi dengan komunitas lainnya yang sudah ada di Semarang.

Kamu yang penasaran dengan ketiga komunitas ini bisa melihat aktivitas mereka lewat Instagram. Relawan TIK Semarang ada di @rtiksmg, CSH ada di @Cahsemaranghebat dan SDK di @sdksemarang. Untuk rtiksmg sepertinya belum ada aktivitas di akun Instagramnya.

Artikel terkait :
Informasi Kerjasama
Hubungi lewat email dotsemarang@gmail.com
Atau klik DI SINI untuk detail lebih lengkap