Sesuaikan Anggaran Anda

Home Top Ad

Responsive Ads Here
Showing posts with label Aktivitas. Show all posts

Ada yang menarik dari kedatangan kami Rabu sore (30/5) di ruangan meeting room 1 & 2. Tempat yang digunakan buat acara, sudah berganti n...


Ada yang menarik dari kedatangan kami Rabu sore (30/5) di ruangan meeting room 1 & 2. Tempat yang digunakan buat acara, sudah berganti nama yang dulunya Crown Plaza kini menjadi PO Hotel. Seperti apa suasana acara  Indosat regional Jateng DIY ini bersilaturahmi bersama awak media disela-sela promosi program baru mereka selama Ramadhan.

Lama tidak berjumpa dengan orang-orang Indosat yang biasanya tiap launching program baru, kami turut diundang. Tentu, itu sebuah kebanggaan tersendiri bagi kami yang datang dari kalangan bloger, meski kami harap ada teman-teman bloger lain yang ikut hadir.

Setelah ditunggu, tuan rumah yang dinanti tiba juga dan ini berarti acara dimulai. Dari Indosat yang hadir di depan, ada Mas Romano, pak Nanang dan ibu Penny.



Ditengah, Penny Anggraeni, Marketing Communication Manager Central Java & DIY Indosat Ooredoo

Pada intinya mereka berbicara tentang program baru yang menyasar pengguna yang menyukai video dalam keseharian. Youtube dipilih dalam program gratis dengan bandrol 5 ribu rupiah untuk 3 hari mengalahkan kepopuleran Instagram yang tidak diberi perhatian khusus. Halaman tentang program indosat ini, akan kami publish selanjutnya.

Buka bareng, dan tanya jawab

Acara pada umumnya, setelah berbicara tentang produk terbaru, kami dan undangan lainnya dipersilahkan berbuka puasa. 


Setelah waktu buka puasa usai dan sebagian masih menunaikan ibadah, acara kembali dimulai dengan sesi tanya jawab, lanjutan sebelumnya yang terpotong.

Kesempatan berharga ini tidak disia-siakan teman teman media. Kami sendiri gak jadi mengangkat tangan setelah pertanyaan yang sama kami pikirkan ditanya oleh salah satu rekan media.

Sebelum menutup acara dan pulang, kami perlu mendokumentasikan kegiatan yang dapat kamu lihat di bawah ini.

Foto : Indosat
..

Menyenangkan bisa terus terlibat acara sebuah brand, seperti telekomunikasi ini. Padahal kami sempat ingin mengangkat konten tentang program mereka.

Ternyata kami memang beruntung.

Artikel terkait :
Informasi Kerjasama
Hubungi lewat email dotsemarang@gmail.com
Atau klik DI SINI untuk detail lebih lengkap

Batik Jayakarta buka tempat baru di jalan dr. Cipto nomor 172 atau depan SMK Negeri 2. Yang menarik selain tempatnya yang berada di Semarang...


Batik Jayakarta buka tempat baru di jalan dr. Cipto nomor 172 atau depan SMK Negeri 2. Yang menarik selain tempatnya yang berada di Semarang bawah adalah nama yang digunakan. Bila gerai pertama membawa nama hanya Batik Jayakarta, yang buka di sini membawa nama Batik Jayakarta Semarang.

Kami turut hadir di sana yang sedang masih menyiapkan untuk acara yang dimulai jam 9 pagi,  hari Selasa (1/5). Berbagai menu hidangan hingga jajanan tradisional tersedia sebagai pendamping tumpeng yang ditaruh ditengah-tengah di atas meja.

Hadir pula beberapa pejabat pemerintahan yang turut mengucapkan selamat atas pembukaan workshop Batik Jayakarta Semarang.

Sebelum ritual pemotongan tumpeng, acara diramaikan oleh komunitas Diajeng Semarang yang memberikan tips tentang penggunaan kain batik dalam berpakaian. Ada 3 tips kalau nggak salah yang ditampilin.

Rumah sendiri


Bisa dikatakan, bangunan yang masih dikerjakan proses pembangunannya untuk bisnis batik ini merupakan bangunan sang pemilik.

Yang membedakan dengan yang ada di Semarang atas, bangunan ini selain dibuat 2 lantai, komunitas bisa terlibat di Batik Jayakarta Semarang.

Edukasi pasar


Owner Batik Jayakarta Semarang, Ibu Lili Santoso dalam sambutannya sebagai tuan rumah, tempat ini yang dikhususkan Batik Jawa Tengah, beliau ingin mengedukasi pasar.

Batik tidak hanya ada di Solo, Pekalongan, Lasem dan tempat lainnya pun ada kain-kain batik yang kurang terekspos, seperti di Tegal, Kebumen, Banyumas. Itu padahal sudah bagus-bagus menurut beliau.

Pemintaan pasar dan ide buka di tengah kota


Salah satu alasan tempat ini dibuka karena komplain dari orang-orang yang merasa tempatnya jauh, beliau akhirnya memikirkan ide untuk membuka di tengah kota.

Sambil menunggu tempat ini jadi, salah satu ruangan yang nantinya bisa digunakan masyarakat, terutama komunitas dipersilahkan untuk digunakan. Contohnya ada komunitas yang ingin belajar batik. Atau kegiatan yang memang berhubungan dengan batik, akan dipersilahkan.

 Selain perwakilan dari Wali Kota Semarang yang hadir, ada juga dari Disperindag Jawa Tengah (foto di atas) yang juga turut hadir.
 Pak Trenggono, kami mengenal beliau dari Disporapar Jawa Tengah
 Komunitas Diajeng Semarang saat memberi sesi workshop penggunaan batik. Seperti apa tips yang diberikan, ditunggu update berikutnya.
 Ibu Merry, mungkin yang suka batik kenal dengan batik Purnomo

Ini dia acara utamanya, yaitu syukuran dengan pemotongan tumpeng yang dilakukan owner. Selamat buat Batik Jayakarta Semarang untuk soft openingnya. Kami harap bisa main lagi ke sini dilain kesempatan.



Video berdurasi kurang dari 3 menit mengenai Ibu Lili yang berbicara tentang ide Batik Jayakarta yang akhirnya membuat tempat ini berada di tengah kota.

Artikel terkait :
Informasi Kerjasama
Hubungi lewat email dotsemarang@gmail.com
Atau klik DI SINI untuk detail lebih lengkap

Mendengar istilah agensi bagi kami tidaklah begitu asing, mengingat selama ini banyak pekerjaan pernah melibatkan kami sebagai bloger.  Pern...


Mendengar istilah agensi bagi kami tidaklah begitu asing, mengingat selama ini banyak pekerjaan pernah melibatkan kami sebagai bloger.  Pernah mendengar Bhinaya Laxita Kreativa Indonesia? Bila belum, maka silahkan lanjut membaca postingan ini.

Kami juga baru tahu setelah memastikan untuk hadir di acara yang diadakan Bhinaya, hari Selasa (10/4) di Seven Bistro & Cafe. Kami sangat penasaran tentang mereka.

Agensi? Dari Jakarta, ternyata bukan. Kepoin akun Twitter-nya yang memiliki nama id @bhinaya_id lokasinya ada di Semarang. Apakah agensi baru?

Ini menarik bila kami memikirkan rekan-rekan kami yang pekerjaannya mirip dengan mereka (agensi), yaitu Titik Tengah Partnership. Apakah ini berarti sebuah kompetisi? Apakah mereka agensi yang akan mengakomodir kami sebagai bloger untuk terlibat?

Acara Bhinaya Bicara

Menurut undangan yang kami terima, jam acara tertera pukul 3 sore. Seperti pada umumnya, acara melorot dari jam yang udah dijadwalkan sebelumnya. Tak masalah, kami hari itu punya banyak waktu.

Entah dengan undangan lain yang kebanyakan berasal dari awak media atau jurnalis. Beberapa jurnalis yang tak pernah kami lihat sebelumnya bisa kami temui di sini. Sepertinya pembicara utamanya kali ini adalah orang spesial.

Acara Bhinaya Bicara sendiri bukan kali pertama ini dibuat. Sepertinya sudah berjalan beberapa kali. Mungkin kali ini edisinya para media dan wartawan saat kami mengikuti.

Dari rilis yang kami terima, acara Bhinaya Bicara diselenggarakan oleh Bhinaya Laxita Kreativa Indonesia, salah satu Integrated Marketing Communication agency di Kota Semarang. Dan merupakan anak perusahaan Laxita Kayana Corporation yang bergerak dibidang komunikasi.

Up Close & Personal Guntur Raditya Wardhana with Media



Yang ditunggu akhirnya tiba juga, Guntur Raditya Wardhana, CEO Laxita Kayana Corporation, yang jadi pembicara acara Bhinaya Bicara.

Dalam kesempatannya ini, beliau memperkenalkan diri dan perusahaannya yang saat ini sedang mengerjakan proyek properti di daerah Ngaliyan.

Bagi sebagian kalangan yang hadir hari itu, beliau sangat dikenal. Beberapa wartawan senior yang wajahnya jarang kami lihat, terlibat pembicaraan dengan beliau sambil tertawa. Sebegitu dekatnya?

Dalam dunia pemasaran, namanya tak asing saat kami mengetikkan namanya lewat mesin pencari. Pengusaha muda, entrepreneur lokal yang menasional dengan 100 ribunya sebagai modal awal berbisnisnya. Ia, beliau sangat terkenal di dunianya.

Bagi kami, itu tidak. Mungkin ini sebuah keberuntungan bagi kami bisa berjumpa dengan beliau. Bisa bertemu dengan orang-orang hebat, selalu menyenangkan. Apalagi di kota Semarang.

Mendengar CEO Laxita ini berbicara dengan kesuksesannya di Jakarta, tentu sedikit menggelitik kami mengapa mereka akhirnya memutuskan pulang ke Semarang. Apakah karna memang iklim bisnis di Ibu Kota Jawa Tengah ini sangat menarik akhir-akhir ini.

Bila melihat kesempatan dari acara yang dilakukan ini sebagai ajang perkenalan, tentu kami ini sangat baik dan kami ingin terus terlibat seperti ini.

Apalagi Laxita Kayana Corporation sebagai perusahaan yang terus berkembang, ingin membangun iklim berbisnis yang positif di Kota Semarang.



“Kami ingin merubah pola pikir tentang bisnis di Semarang itu tidak seberkembang di Jakarta atau Surabaya. Sehingga nantinya bisnis di Kota Semarang ini dapat berkembang. Dan harapannya teman-teman media bisa mendukung,”  Guntur Raditya Wardhana, mengutip press rilis.

Bhinaya sekarang berkantor di Semarang

Memutuskan pindah ke Jakarta pada tahun 2010, lalu membranding Bhinaya dari nama sebelumnya, yaitu DIGE pada tahun 2014, Bisnis agensi marketing komunikasi mas Raditya Guntur ini bisa dibilang sukses.

Entah mengapa akhirnya mereka kini berada di Semarang dan memutuskan berkantor di Menara Suara Merdeka lantai 12 jalan Pandanaran Semarang. Tentu satu kantor dengan perusahaan induk mereka, Laxita Paramitha Group. Alamat situs Bhinaya bisa dibuka di bhinaya.co.id.

...

Sebelum menutup acara, kami sempat bertanya tentang Bhinaya yang ke depan, apakah akan menjadi agensi yang akan melibatkan kreator konten lokal (Semarang) atau tidak?

Mengingat selama ini kami banyak terlibat dengan agensi yang berasal dari Jakarta dan juga agensi banyak ragamnya. Tidak banyak agensi yang melibatkan kreator konten semacam influencer, seperti kami bloger di kota sendiri.

Titik Tengah Partnership mungkin baru memulainya dan kami harap mereka bisa terus sukses seperti agensi lainnya. Oh ya, bukan agensi periklanan yang membuat kampanye promosi dari diri mereka sendiri.

Jawaban Bhinaya yang cuma kami tahu dan undangan yang hadir, kami harap bisa melibatkan banyak influencer Semarang.

Artikel terkait 
Informasi Kerjasama
Hubungi lewat email dotsemarang@gmail.com
Atau klik DI SINI untuk detail lebih lengkap

Kami banyak membaca tentang kisah orang-orang yang akhirnya meninggalkan zona nyamannya, bekerja di sebuah perusahaan , menjadi seorang blog...


Kami banyak membaca tentang kisah orang-orang yang akhirnya meninggalkan zona nyamannya, bekerja di sebuah perusahaan, menjadi seorang bloger. Seolah logika tak berguna ketika panggilan hati lebih berarti. Namun bagaimana jika sebaliknya?

Sebuah acara yang mengundang bloger Semarang bertajuk Gathering Blogger & Talkshow From Blogger to Entrepeneur hadir Selasa malam (6/3) di Allstay Hotel.

Penggagasnya adalah Juara Community, relawan dari Juliari Batubara yang merupakan anggota DPR RI dari partai PDI Perjuangan dan juga seorang pengusaha.

Ketika bloger menjadi entrepeneur


Lupakan siapa penyelenggara acara ini yang kami pikir 'akhirnya tahun politik itu'. Nanti kami coba bahas dari sudut pandang lain dan halaman berikutnya.

Adalah Agustina Dwi Jayanti yang namanya terpampang di backdrop sebagai pembicara bersama Juliari Batubara malam ini.

Sebagai bloger, kami mengenal Agustina atau Tina beberapa tahun belakangan sejalan dengan lahirnya komunitas Gandjel Rel. Kiprahnya semakin luas saat bergabung dengan Generasi Pesona Indonesia atau Genpi yang merupakan komunitas yang mengkampanyekan Wisata dari Kemenpar.

Maka tak heran ia kini lebih eksis dan berdiri di depan peserta yang hadir sebagai pembicara. Yang menarik adalah ia bukan hanya bertitle sebagai blogger tapi mengklaim sebagai inisiator Pasar Karetan.

Kami ingin mendengar bagaimana Tina bercerita tentang dirinya dari seorang bloger merambah menjadi entrepreneur.

Entrepreneur dari yang kami ketahui  memang kurang tertarik pada keuntungan secara finansial, tapi mereka fokus dalam mengembangkan produk atau jasa yang akan mereka tawarkan.

Seperti apa produknya dan bagaimana ia akhirnya terjun dengan berbagai cerita jatuh bangunnya kemudian disandingkan dengan aktivitas bloggingnya.

Sayang kami tidak menemukan ini. Kami malah banyak mendengar tentang dirinya yang mulai terjun ke dunia blogging dan sepak terjangnya yang menginspirasi.

Ajang acara ini juga menjadi panggung buat Tina untuk berbicara tentang Pasar Karetan yang kami pikir sebagian peserta juga sudah banyak yang tahu dan beberapa peserta yang hadir termasuk dalam satu wadah yaitu Genpi.

Tips menjadi Pengusaha

Dana dukungan buat komunitas yang diberikan pak Ari kepada salah satu wakil bloger 

Ditengah Tina masih berbicara tentang tema yang dibawakannya, pak Juliari Batubara masuk ke dalam ruangan. Tentu perhatian kami tiba-tiba terhenti dan menunggu beliau menempati tempat yang sudah disiapkan dari tadi.

Pasar Karetan yang masih menjadi tema yang dibawakan Tina, kemudian kembali diceritakan kepada beliau. Tentu, dari sisi promosi kami pikir ini sangat dapat sekali. Apalagi beliau juga sebagai anggota DPR RI.

Usai pembicara pertama selesai berbicara, kini giliran pak Ari, nama akrab yang terdengar dari MC untuk Juliari Batubara.

Dengan background sebagai pengusaha, memang tema ini bisa dikatakan nyambung juga. Yang kami tangkap selama beliau mengisi acara adalah beberapa tipsnya bila ingin menjadi pengusaha.

Tentu bila kamu mencari tips menjadi pengusaha secara detail, hasilnya nanti akan sama dengan apa yang kami pikirkan. Namun mendengarkan langsung dari orangnya yang berbicara sangat berbeda seperti berikut ini.

Mengembangkan jaringan, mulai saat ini juga tanpa perlu takut terlebih dahulu, belajar menguasai teknologi hingga kita harus berbeda dengan yang lain, dan masih banyak lagi merupakan kiat-kiat yang disampaikan pak Ari bila kita ingin menjadi pengusaha.

Promosi blog

Sebelum acara ditutup dengan sesi foto bareng dan sesi tanya jawab, acara ini juga jadi ajang promosi blog para peserta yang hadir.

Pak Ari ingin mengetahui seperti apa blog yang dibuat teman-teman bloger, mengingat saat ini dunia blogging terus memberi banyak nuansa baru dalam hal informasi.

Lewat layar LCD, teman-teman bloger mulai mengenalkan blognya sesuai minatnya. Ada yang traveling, makanan, kecantikan atau beauty dan gaya hidup atau lifestyle.

...

Ini adalah aktivitas kedua kami di bulan ini yang kami hadiri. Dari sisi acara, kami menyukainya. Karena acara yang selalu berhubungan dengan bloger, maka di sanalah banyak rekan-rekan bloger Semarang bahkan luar kota dapat berkumpul. Termasuk bloger yang sudah jarang sekali berkumpul, mereka ikut datang.

Memang bukan sepenuhnya yang hadir dari kalangan bloger, beberapa pegiat akun socmed pun turut hadir. Entah apakah dari perwakilan komunitas juga ada yang hadir, selain komunitas bloger.

Untuk tema acara sebenarnya kami tertarik. Sayangnya harapan kami untuk mendengarkan bagaimana seorang bloger menjadi wirausaha berbagi kisah, kami tak begitu mendapatkan apa yang kami ingin ketahui.

Soal menjadi pengusaha, sepertinya kami belum mengarah ke sana. Tapi buat kamu yang ingin menjadi pengusaha, sebaiknya ikuti tips yang kami tuliskan di atas, meski tidak banyak.

Artikel terkait :
Informasi Kerjasama
Hubungi lewat email dotsemarang@gmail.com
Atau klik DI SINI untuk detail lebih lengkap

Towel-towel ponsel semacam mengulas, melihat dari dekat dan merabanya. Tujuannya tentu dapat merasakan langsung ponsel yang tidak kami milik...


Towel-towel ponsel semacam mengulas, melihat dari dekat dan merabanya. Tujuannya tentu dapat merasakan langsung ponsel yang tidak kami miliki, bagaimana kemampuannya dan siapa tahu tertarik untuk membeli kemudian hari.

Acara menarik yang kami ikuti ini dilaksanakan hari kamis (1/3), awal bulan Maret, di Wayang Kofie yang terletak di kawasan Kedung Mundu-Semarang.


Penggagas acaranya adalah seorang bloger yang beberapa kali kami bertemu dengan beliau saat acara launching Asus, Om Herry yang nama id di media sosialnya @herrysw.

Pemilik situs ponselmu.com ini bagi sebagian kalangan bloger, beliau cukup dikenal dan ahli untuk bicara yang berhubungan dengan Ponsel.

Towel-Towel Ponsel di Joglosemar


Acara Towel-towel Ponsel menurut tulisan om Herry di blognya merupakan acara yang sudah beberapa kali dibuat. Surabaya dan Jakarta pernah juga dikunjungi acara ini.

Semarang cukup beruntung menurut kami jadi yang pertama, mengingat acara kali ini dilakukan di 3 kota yang biasanya selalu lebih dulu untuk urusan sebuah acara. Setelah Semarang, destinasi berikutnya adalah Solo dan Jogja yang jadi tuan rumah.

Komunitas Pengguna Xiomi jadi tuan rumah di Semarang

Kami tidak tahu bagaimana kedekatan komunitas Xiomi Semarang atau Mi Fans Semarang yang berhasil membuat acara untuk Towel-towel Ponsel.


Mereka tidak hanya berhasil melakukannya, namun juga memberi kejutan-kejutan yang menarik seperti doorprize kepada peserta yang datang, salah satunya kami.

Kami berencana membawa sedikit cerita tentang komunitas ini yang belum masuk ke blog dotsemarang. Kami harap bisa segera membawanya dalam bentuk ulasan.

Berkenalan dengan 3 Ponsel 

Acara akhirnya dimulai saat jam 7 lebih (malam), satu persatu dipersilahkan mengenalkan diri layaknya acara yang sering kami ikuti tiap komunitas.


Kini giliran Om Herry yang berbicara kepada peserta yang hadir. Tiga ponsel yang dibawanya adalah Xiaomi Redmi 5 Plus, LG V30 Plus, dan “tamu rahasia”. Tamu ini rupanya adalah Nokia 2, meski sebagian peserta lebih tertarik pada Nokia 8 yang dipegang om Herry.

Ketiga produk yang tanpa kotak ini dipersilahkan dilihat-lihat bergantian. Sepertinya kami lebih tertarik pada Redmi 5 Plus yang bila membaca sekilas jadwal rilisnya di mesin pencari baru bulan Februari kemarin resmi rilis.

Ada yang menarik dari cerita om Herry yang membuat php kami semua. Tamu istimewa yang sebagian berpikir itu adalah Samsung seri terbaru, Samsung Galaxy S9, rupanya butuh perjuangan untuk bisa membawanya. Mengingat produk belum beredar secara besar saat ini.

Samsung Galaxy S9 tidak berhasil dibawa oleh om Herry ke Semarang. Namun entah nantinya di kota-kota berikutnya. Wah kalau berhasil, pasti sangat menarik untuk dibawa ke blog dotsemarang.


Acaranya lebih santai, mengingat ponsel yang diamati peserta harus bergantian. Sesekali mendengarkan beliau berbicara pengalamannya dan pengetahuannya tentang informasi dunia ponsel saat ini.

Sangat berbeda sekali mendengerkan langsung seorang ahli dengan SPG yang biasa kami temui saat pameran handphone di Semarang. Yaiyalah.

Kami membayangkan konsep towel-towel ponsel seperti ini bisa diadaptasikan di pameran handphone. Ada waktu sesi yang sudah ditentukan penyelenggara saat pameran kepada masyarakat.

Bisa pengunjung yang tertarik, komunitas semacam Mi Fans Semarang atau sejenisnya, bloger dan sebagainya. Untuk ponsel yang disediakan, penyelenggara hanya meminjam kepada peserta pameran tentunya.


Info selengkapnya tentang event ini bisa dilihat di sini (ponselmu.com).

...

Acara pun berakhir dengan foto bersama. Mi Fans Semarang pintar memanfaatkan momentum dengan membawa banner saat sesi ini.

Padahal dipikir, ini acara untuk umum sebenarnya. Jadi apakah kami dan sebagian peserta yang berasal dari Semarang (mahasiswa dan pengguna) dan luar kota merupakan komunitas mereka?

Tak masalah, begitulah menariknya sebuah komunitas. Seperti apa ponsel-ponsel yang ditowel-towel saat acara berlangsung, kami berencana membawanya ke blog dotsemarang nantinya. Jadi ditunggu saja.

Informasi Kerjasama
Hubungi lewat email dotsemarang@gmail.com
Atau klik DI SINI untuk detail lebih lengkap

Kapan lagi bisa duduk di sebelah Kapolrestabes Semarang sebagai bloger, momentum bagus buat kami tentunya dan juga teman-teman bloger Semara...


Kapan lagi bisa duduk di sebelah Kapolrestabes Semarang sebagai bloger, momentum bagus buat kami tentunya dan juga teman-teman bloger Semarang. Rabu pagi (21/2), pihak Polrestabes Semarang mengadakan acara silaturahmi Kamtibmas. Seperti apa suasananya?

Awalnya kami pikir ini akan jadi sebuah pertemuan yang biasa dilakukan saat konferensi pers. Ternyata bukan. Pihak Humas Polrestabes mengubah konsepnya menjadi silaturahmi dengan tetap membawa awak media, bloger dan beberapa komunitas.

Kapolrestabes ajak warga tekan begal motor

Acara yang berlangsung sangat santai dengan lesehan ini merupakan kali pertama kami bisa berkunjung ke kantor Polrestabes Semarang. Pengalaman pertama yang menyenangkan.


Sambil menunggu Kapolrestabes Semarang Kombes (Pol) Abiyoso Seno Aji datang, kami membaca press release yang dibagikan.

Pada intinya isi rilis ingin meluruskan  pemberitaan yang jadi viral tentang pernyataan Kapolrestabes soal maraknya kasus geng motor dan begal. Beliau tidak bermaksud kata-katanya menjadi sesuatu yang disalah artikan.

Itu hanya sebuah bentuk empati beliau kepada kasus yang kembali marak dan meresahkan warga saat ini.

Dalam acara yang mengajak hadirin berdiskusi ini, pak Abiyoso dan jajarannya berkomitmen untuk mengurangi angka kriminalitas dan menindak tegas aksi begal yg kembali meresahkan warga Semarang.

Kapolrestabes juga menghimbau warga untuk menghubungi call center polrestabes 1500092 jika terjadi indikasi gangguan keamanan.

Pertama kali 

Seperti kami sebut di awal bahwa ini adalah pengalaman pertama kali bisa hadir di sini. Aparat yang semakin melek perkembangan teknologi tentu sangat menyenangkan. Apalagi melihat Kapolrestabes mau foto fose selfie seperti ini.



Sebelum menutup postingan ini, kami ingin mengulangi sekali lagi pernyataan pak Abiyoso terkait acara hari ini yang kami kutip dari press rilis

"Kami berjanji akan memproses seluruh isi aksi pelanggaran hukum di wilayah hukum Polrestabes Semarang terutama terkait dengan aksi begal dan gank motor tanpa menafikan penindakan aksi kriminalitas lainnya.

Saya sangat berempati dengan korban gank motor sekaligus mengajak masyarakat memberikan informasi sebanyak-banyaknya kepada kami agar dapat bertugas sebaik mungkin menjaga stabilitas dan kondusif keamaan kota Semarang'.


Artikel terkait :
Informasi Kerjasama
Hubungi lewat email dotsemarang@gmail.com
Atau klik DI SINI untuk detail lebih lengkap

Ini adalah pengalaman pertama kali bisa berkunjung ke kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah atau DPRD kota Semarang dan bertemu langsung den...


Ini adalah pengalaman pertama kali bisa berkunjung ke kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah atau DPRD kota Semarang dan bertemu langsung dengan pimpinan. Tenang, ini bukan agenda politik. Kami hanya bertemu dengan beberapa penggiat media sosial di Semarang di sini.

Rabu siang (7/2), kami akhirnya bersedia hadir setelah dihubungi salah satu akun Instagram lewat pesan untuk bertemu dengannya. Kami berpikir ini kesempatan bagus untuk melihat sisi lain dari gedung DPRD Kota yang letaknya dalam satu kawasan Balai Kota Semarang.

Karena pengalaman pertama, kami pikir dengan masuk lewat depan gedung yang memiliki bentuk bangunan masih old ini sudah sampai, ternyata belum. Kantor pimpinan harus lewat samping. Ah..untunglah filosofi bertanya ketimbang sok tahu masih berlaku kepada kami.

Ruangan yang sederhana

Setelah dapat pintu masuk menuju ke ruangan pimpinan, kami tak lantas langsung mengetahui. Lagi-lagi bertanya menjadi alternatif, mengingat petugas keamanan sedang duduk di meja yang berhadapan dengan lorong antara satu dan lainnya.

'Di sana', katanya.
Sambil menunjuk papan bertuliskan ketua DPRD

Ini gambar sebenarnya setelah selesai pertemuan. Arah mau keluar.

Akhirnya kami masuk juga ke dalam ruangan yang terlihat sederhana, sama seperti beberapa kantor dinas lain yang pernah kami masuki. Sampai membayangkan kantor Dinas Pariwisata Provinsi Jawa Tengah yang pernah kami kunjungi tahun 2013.

Saat masuk, beberapa orang pekerja (staf) sudah duduk di sana. Kami memperkenalkan diri bahwa kami dari dotsemarang, bloger.

Salah satu staf mempersilahkan kami masuk ke ruangan yang ukurannya memanjang dari pintu. Di sana beberapa teman yang sudah familiar, penggiat media sosial Semarang sudah berada di sana. Termasuk salah satu orang yang mengundang kami untuk hadir.

Pimpinan DPRD yang kekinian

Sambil menunggu pimpinan datang, kami berbicara tentang perkembangan media sosial kota Semarang. Bagaimana peran komunitas dan tren informasi yang begitu banyak tersamarkan tahun ini, baca hoax.


Pimpinan DPR tiba juga akhirnya. Ini pertama kali berjabat tangan dan saling berkenalan. Beliau yang bernama H. Supriyadi, S.Sos, ternyata sangat kekinian.

Sebagai salah satu pengguna yang aktif di Instagram, melihat profil beliau di Instagram dengan nama akun @priyadi.srg tentu kami senang dengan para pejabat sekarang yang sangat aktif di media sosial.

Selain pimpinan, kami juga bertemu dengan beberapa pejabat lainnya dan rekan-rekan media yang memang bertugas di sekitaran Balai Kota. Salah satu pejabat yang duduk bersama dengan teman-teman penggiat medsos adalah pak Nana (sapaan akrab). Beliau adalah Kepala Diskominfo Kota Semarang.

e-sarapan, semacam aplikasi. Sepertinya menarik untuk dibawa ke blog dotsemarang

Sekarang memang sudah eranya. Presiden saja sangat aktif di medsos, maka tak heran sekelas Gubernur hingga Walikota dan sekarang bisa bertemu pimpinan DPRD kota pun juga eksis di media sosial.

...

Kami harus akhiri sampai di sini dulu aktivitas kami. Soal pembicaraan di dalam dengan pimpinan DPRD lebih banyak soal perkembangan media sosial dan komunitas yang ingin dibentuk dengan melibatkan berbagai akun dengan jumlah besar di Instagram.

Nanti saya bocorin tentang komunitasnya. Namun kalau kamu mengikuti akun media sosial kami, pasti sudah tahu apa komunitasnya?

Yang menarik dari aktivitas kami hari ini adalah pengalaman pertama kali kami bisa masuk ke gedung DPRD Kota Semarang. Sungguh itu membanggakan dan semacam penghargaan buat kami yang hanya sebagai bloger. 

Artikel terkait :
Informasi Kerjasama
Hubungi lewat email dotsemarang@gmail.com
Atau klik DI SINI untuk detail lebih lengkap

Memaksimalkan kampanye promosi Mio S, pihak Yamaha Semarang yang kebagian jadwal untuk acara Mio S Roadshow Concert featuring Isyana Sarasva...


Memaksimalkan kampanye promosi Mio S, pihak Yamaha Semarang yang kebagian jadwal untuk acara Mio S Roadshow Concert featuring Isyana Sarasvati mengajak wartawan, vloger, bloger dan selebgram turing ke 3 destinasi wisata Semarang. Seperti apa promosinya.

Sabtu siang (3/2) hujan masih mengguyur Semarang. Kami yang ikut acara Yamaha dari temu Isyana, turing hingga konser sempat pesimis bahwa untuk aktivitas turing bakal tidak jadi. Apalagi kami sudah tiba di kantor Yamaha Pemuda sejak pukul 10 pagi.

Namun rupanya cuaca sedikit bersahabat, aktivitas turing setelah Isyana selesai dengan agendanya di siang hari, termasuk bertemu media tetap berjalan semestinya.

Peserta diberi jaket, helm, dan kendaraan Mio S untuk turing ke 3 tempat wisata andalan kota Semarang, yaitu Lawang Sewu, Sam Poo Kong, dan Puri Maerakaca. Tunggu dulu, diberi? Bukan - bukan. Maksud kami disuruh pake selama kegiatan. Namun yang bisa dibawa pulang hanya jaket yang kami kenakan.


Memajang di depan akses pintu masuk

Layaknya anak motor, peserta turing yang kurang dari 20 orang ini menggunakan Mio S saat tiba di lokasi wisata langsung memajang kendaraannya berjejer. Tentu masyarakat langsung tertarik dengan aktivitas yang kami lakukan. 

Sedangkan kami sendiri dengan peserta lain dipersilahkan masuk ke dalam. Buat kami yang sudah biasa masuk ke sini tentu terlihat biasa, namun ada rekan kami yang belum pernah sama sekali. Beruntung rekan kami tersebut.

Aktivitas yang dilakukan di dalam lebih banyak berswafoto atau selfie. Lagi-lagi inisiatif pihak panitia yang tetap membawa produk kendaraannya, Mio S sebagai bagian kampanye promosi.

Lawang Sewu
 Sam Poo Kong
Puri Maerakaca
Tantangan 1 liter Mio S

Dalam perjalanan dari satu lokasi ke lokasi berikutnya, cuaca kembali menunjukkan kurang bersahabatnya, gerimis membasahi tubuh kami saat itu.

Semua aktivitas akhirnya berakhir dengan kembali ke Yamaha Pemuda. Beberapa jam sebelum mengikuti konser Isyana Sarasvati yang foto-fotonya sudah kami publish di sini, pihak Yamaha melakukan tes uji kepada semua kendaraan yang peserta gunakan.

Jujur, kami lupa bahwa tes tersebut ada doorprize yang menggiurkan untuk peserta. Wah selama perjalanan turing, kami tidak memanfaatkan dengan baik. Kami belum beruntung saat dibacakan pemenang doorprize saat konser Isyana dilangsungkan.


Tentang Mio S

Beberapa hal terbaru yang kami ketahui dari banner yang dibawa, rupanya Mio S banyak menghadirkan sesuatu yang kekinian.

Ada remote auto finder yang fungsinya mudah menemukan lokasi motor. Ini sangat berguna saat sulit mencari kendaraan disebuah lahan parkir yang ramai.

Lampu LED yang semakin stylish dan elegan, ban tubeless besar, mesin 125 cc Blue Core yang diklaim membuat bahan bakar lebih irit saat digunakan, pijakan yang lebih luas dan masih banyak lagi.

Seperti ini model promosi yang dilakukan pihak Yamaha saat berada di lokasi Wisata
...

Kami yang beberapa tahun belakangan mulai jarang menggunakan kendaraan, lebih banyak memakai sepeda,  seperti sepeda motor ini tentu sangat menyenangkan bisa kembali menggunakan.

Tagline irit sepertinya selalu menjadi daya pikat menarik calon konsumen. Apalagi keberadaan driver online saat ini yang juga perlu dipikirkan. Mereka juga merupakan segmen bagus untuk menjadi pengguna baru.

Segala aktivitas kami selama acara sudah kami rangkum dalam bentuk twitter Momen seperti di bawah ini. Untuk ulasan ini sendiri, kami mengambil sudut pandang review keseluruhan acara. Bukan lebih mendalam tentang kendaraan, mengingat kapasitas kami tidak fokus pada kendaraan yang lebih sangat detail.
Artikel terkait :
Informasi Kerjasama
Hubungi lewat email dotsemarang@gmail.com
Atau klik DI SINI untuk detail lebih lengkap