- Soft Opening Gerai Kedua, Batik Jayakarta Lakukan Dengan Syukuran dan Tips Berbatik
- Berkenalan dengan Bhinaya, Marcom Agency Semarang Lewat Acara Bhinaya Bicara
- [Event] Blogger to Entrepeneur, Ketika Bloger Menjadi Wirausaha
- Review Event Towel-towel Ponsel di Semarang
- Lainnya
Ada yang menarik dari kedatangan kami Rabu sore (30/5) di ruangan meeting room 1 & 2. Tempat yang digunakan buat acara, sudah berganti n...
[Aktivitas] Silaturahmi Ramadhan dengan Internet Unlimited Indosat
Batik Jayakarta buka tempat baru di jalan dr. Cipto nomor 172 atau depan SMK Negeri 2. Yang menarik selain tempatnya yang berada di Semarang...
Soft Opening Gerai Kedua, Batik Jayakarta Lakukan Dengan Syukuran dan Tips Berbatik
Yang membedakan dengan yang ada di Semarang atas, bangunan ini selain dibuat 2 lantai, komunitas bisa terlibat di Batik Jayakarta Semarang.
Edukasi pasar
Batik tidak hanya ada di Solo, Pekalongan, Lasem dan tempat lainnya pun ada kain-kain batik yang kurang terekspos, seperti di Tegal, Kebumen, Banyumas. Itu padahal sudah bagus-bagus menurut beliau.
Pemintaan pasar dan ide buka di tengah kota
Salah satu alasan tempat ini dibuka karena komplain dari orang-orang yang merasa tempatnya jauh, beliau akhirnya memikirkan ide untuk membuka di tengah kota.
Sambil menunggu tempat ini jadi, salah satu ruangan yang nantinya bisa digunakan masyarakat, terutama komunitas dipersilahkan untuk digunakan. Contohnya ada komunitas yang ingin belajar batik. Atau kegiatan yang memang berhubungan dengan batik, akan dipersilahkan.
Ini dia acara utamanya, yaitu syukuran dengan pemotongan tumpeng yang dilakukan owner. Selamat buat Batik Jayakarta Semarang untuk soft openingnya. Kami harap bisa main lagi ke sini dilain kesempatan.
Video berdurasi kurang dari 3 menit mengenai Ibu Lili yang berbicara tentang ide Batik Jayakarta yang akhirnya membuat tempat ini berada di tengah kota.
- Berkenalan dengan Komunitas Diajeng Semarang
- [Live Event] Semarang Night Carnival 2018
- Hutan Wisata Tinjomoyo Jadi Tempat Launching Semarang Great Sale 2018, Sekaligus Penutupan
- [Photoblog] UKM Culinary Festival 2018 di Kota Lama Semarang
- Lainnya dari event
Mendengar istilah agensi bagi kami tidaklah begitu asing, mengingat selama ini banyak pekerjaan pernah melibatkan kami sebagai bloger. Pern...
Berkenalan dengan Bhinaya, Marcom Agency Semarang Lewat Acara Bhinaya Bicara
Mendengar istilah agensi bagi kami tidaklah begitu asing, mengingat selama ini banyak pekerjaan pernah melibatkan kami sebagai bloger. Pernah mendengar Bhinaya Laxita Kreativa Indonesia? Bila belum, maka silahkan lanjut membaca postingan ini.
Kami juga baru tahu setelah memastikan untuk hadir di acara yang diadakan Bhinaya, hari Selasa (10/4) di Seven Bistro & Cafe. Kami sangat penasaran tentang mereka.
Agensi? Dari Jakarta, ternyata bukan. Kepoin akun Twitter-nya yang memiliki nama id @bhinaya_id lokasinya ada di Semarang. Apakah agensi baru?
Ini menarik bila kami memikirkan rekan-rekan kami yang pekerjaannya mirip dengan mereka (agensi), yaitu Titik Tengah Partnership. Apakah ini berarti sebuah kompetisi? Apakah mereka agensi yang akan mengakomodir kami sebagai bloger untuk terlibat?
Acara Bhinaya Bicara
Menurut undangan yang kami terima, jam acara tertera pukul 3 sore. Seperti pada umumnya, acara melorot dari jam yang udah dijadwalkan sebelumnya. Tak masalah, kami hari itu punya banyak waktu.
Entah dengan undangan lain yang kebanyakan berasal dari awak media atau jurnalis. Beberapa jurnalis yang tak pernah kami lihat sebelumnya bisa kami temui di sini. Sepertinya pembicara utamanya kali ini adalah orang spesial.
Acara Bhinaya Bicara sendiri bukan kali pertama ini dibuat. Sepertinya sudah berjalan beberapa kali. Mungkin kali ini edisinya para media dan wartawan saat kami mengikuti.
Dari rilis yang kami terima, acara Bhinaya Bicara diselenggarakan oleh Bhinaya Laxita Kreativa Indonesia, salah satu Integrated Marketing Communication agency di Kota Semarang. Dan merupakan anak perusahaan Laxita Kayana Corporation yang bergerak dibidang komunikasi.
Up Close & Personal Guntur Raditya Wardhana with Media
Yang ditunggu akhirnya tiba juga, Guntur Raditya Wardhana, CEO Laxita Kayana Corporation, yang jadi pembicara acara Bhinaya Bicara.
Dalam kesempatannya ini, beliau memperkenalkan diri dan perusahaannya yang saat ini sedang mengerjakan proyek properti di daerah Ngaliyan.
Bagi sebagian kalangan yang hadir hari itu, beliau sangat dikenal. Beberapa wartawan senior yang wajahnya jarang kami lihat, terlibat pembicaraan dengan beliau sambil tertawa. Sebegitu dekatnya?
Dalam dunia pemasaran, namanya tak asing saat kami mengetikkan namanya lewat mesin pencari. Pengusaha muda, entrepreneur lokal yang menasional dengan 100 ribunya sebagai modal awal berbisnisnya. Ia, beliau sangat terkenal di dunianya.
Bagi kami, itu tidak. Mungkin ini sebuah keberuntungan bagi kami bisa berjumpa dengan beliau. Bisa bertemu dengan orang-orang hebat, selalu menyenangkan. Apalagi di kota Semarang.
Mendengar CEO Laxita ini berbicara dengan kesuksesannya di Jakarta, tentu sedikit menggelitik kami mengapa mereka akhirnya memutuskan pulang ke Semarang. Apakah karna memang iklim bisnis di Ibu Kota Jawa Tengah ini sangat menarik akhir-akhir ini.
Bila melihat kesempatan dari acara yang dilakukan ini sebagai ajang perkenalan, tentu kami ini sangat baik dan kami ingin terus terlibat seperti ini.
Apalagi Laxita Kayana Corporation sebagai perusahaan yang terus berkembang, ingin membangun iklim berbisnis yang positif di Kota Semarang.
“Kami ingin merubah pola pikir tentang bisnis di Semarang itu tidak seberkembang di Jakarta atau Surabaya. Sehingga nantinya bisnis di Kota Semarang ini dapat berkembang. Dan harapannya teman-teman media bisa mendukung,” Guntur Raditya Wardhana, mengutip press rilis.
Bhinaya sekarang berkantor di Semarang
Memutuskan pindah ke Jakarta pada tahun 2010, lalu membranding Bhinaya dari nama sebelumnya, yaitu DIGE pada tahun 2014, Bisnis agensi marketing komunikasi mas Raditya Guntur ini bisa dibilang sukses.
Entah mengapa akhirnya mereka kini berada di Semarang dan memutuskan berkantor di Menara Suara Merdeka lantai 12 jalan Pandanaran Semarang. Tentu satu kantor dengan perusahaan induk mereka, Laxita Paramitha Group. Alamat situs Bhinaya bisa dibuka di bhinaya.co.id.
...
Sebelum menutup acara, kami sempat bertanya tentang Bhinaya yang ke depan, apakah akan menjadi agensi yang akan melibatkan kreator konten lokal (Semarang) atau tidak?
Mengingat selama ini kami banyak terlibat dengan agensi yang berasal dari Jakarta dan juga agensi banyak ragamnya. Tidak banyak agensi yang melibatkan kreator konten semacam influencer, seperti kami bloger di kota sendiri.
Titik Tengah Partnership mungkin baru memulainya dan kami harap mereka bisa terus sukses seperti agensi lainnya. Oh ya, bukan agensi periklanan yang membuat kampanye promosi dari diri mereka sendiri.
Jawaban Bhinaya yang cuma kami tahu dan undangan yang hadir, kami harap bisa melibatkan banyak influencer Semarang.
- [Event] Blogger to Entrepeneur, Ketika Bloger Menjadi Wirausaha
- Review Event Towel-towel Ponsel di Semarang
- Lewat Silaturahmi Kamtibmas, Kapolrestabes Semarang Ajak Warga Tekan Begal Motor
- [Aktivitas] Berkunjung ke Kantor DPRD Kota Semarang
- Lainnya
Kami banyak membaca tentang kisah orang-orang yang akhirnya meninggalkan zona nyamannya, bekerja di sebuah perusahaan , menjadi seorang blog...
[Event] Blogger to Entrepeneur, Ketika Bloger Menjadi Wirausaha
Kami banyak membaca tentang kisah orang-orang yang akhirnya meninggalkan zona nyamannya, bekerja di sebuah perusahaan, menjadi seorang bloger. Seolah logika tak berguna ketika panggilan hati lebih berarti. Namun bagaimana jika sebaliknya?
Sebuah acara yang mengundang bloger Semarang bertajuk Gathering Blogger & Talkshow From Blogger to Entrepeneur hadir Selasa malam (6/3) di Allstay Hotel.
Penggagasnya adalah Juara Community, relawan dari Juliari Batubara yang merupakan anggota DPR RI dari partai PDI Perjuangan dan juga seorang pengusaha.
Ketika bloger menjadi entrepeneur
Lupakan siapa penyelenggara acara ini yang kami pikir 'akhirnya tahun politik itu'. Nanti kami coba bahas dari sudut pandang lain dan halaman berikutnya.
Adalah Agustina Dwi Jayanti yang namanya terpampang di backdrop sebagai pembicara bersama Juliari Batubara malam ini.
Sebagai bloger, kami mengenal Agustina atau Tina beberapa tahun belakangan sejalan dengan lahirnya komunitas Gandjel Rel. Kiprahnya semakin luas saat bergabung dengan Generasi Pesona Indonesia atau Genpi yang merupakan komunitas yang mengkampanyekan Wisata dari Kemenpar.
Maka tak heran ia kini lebih eksis dan berdiri di depan peserta yang hadir sebagai pembicara. Yang menarik adalah ia bukan hanya bertitle sebagai blogger tapi mengklaim sebagai inisiator Pasar Karetan.
Kami ingin mendengar bagaimana Tina bercerita tentang dirinya dari seorang bloger merambah menjadi entrepreneur.
Entrepreneur dari yang kami ketahui memang kurang tertarik pada keuntungan secara finansial, tapi mereka fokus dalam mengembangkan produk atau jasa yang akan mereka tawarkan.
Seperti apa produknya dan bagaimana ia akhirnya terjun dengan berbagai cerita jatuh bangunnya kemudian disandingkan dengan aktivitas bloggingnya.
Sayang kami tidak menemukan ini. Kami malah banyak mendengar tentang dirinya yang mulai terjun ke dunia blogging dan sepak terjangnya yang menginspirasi.
Ajang acara ini juga menjadi panggung buat Tina untuk berbicara tentang Pasar Karetan yang kami pikir sebagian peserta juga sudah banyak yang tahu dan beberapa peserta yang hadir termasuk dalam satu wadah yaitu Genpi.
Tips menjadi Pengusaha
Pasar Karetan yang masih menjadi tema yang dibawakan Tina, kemudian kembali diceritakan kepada beliau. Tentu, dari sisi promosi kami pikir ini sangat dapat sekali. Apalagi beliau juga sebagai anggota DPR RI.
Usai pembicara pertama selesai berbicara, kini giliran pak Ari, nama akrab yang terdengar dari MC untuk Juliari Batubara.
Dengan background sebagai pengusaha, memang tema ini bisa dikatakan nyambung juga. Yang kami tangkap selama beliau mengisi acara adalah beberapa tipsnya bila ingin menjadi pengusaha.
Tentu bila kamu mencari tips menjadi pengusaha secara detail, hasilnya nanti akan sama dengan apa yang kami pikirkan. Namun mendengarkan langsung dari orangnya yang berbicara sangat berbeda seperti berikut ini.
Mengembangkan jaringan, mulai saat ini juga tanpa perlu takut terlebih dahulu, belajar menguasai teknologi hingga kita harus berbeda dengan yang lain, dan masih banyak lagi merupakan kiat-kiat yang disampaikan pak Ari bila kita ingin menjadi pengusaha.
Promosi blog
Sebelum acara ditutup dengan sesi foto bareng dan sesi tanya jawab, acara ini juga jadi ajang promosi blog para peserta yang hadir.
Pak Ari ingin mengetahui seperti apa blog yang dibuat teman-teman bloger, mengingat saat ini dunia blogging terus memberi banyak nuansa baru dalam hal informasi.
Lewat layar LCD, teman-teman bloger mulai mengenalkan blognya sesuai minatnya. Ada yang traveling, makanan, kecantikan atau beauty dan gaya hidup atau lifestyle.
...
Ini adalah aktivitas kedua kami di bulan ini yang kami hadiri. Dari sisi acara, kami menyukainya. Karena acara yang selalu berhubungan dengan bloger, maka di sanalah banyak rekan-rekan bloger Semarang bahkan luar kota dapat berkumpul. Termasuk bloger yang sudah jarang sekali berkumpul, mereka ikut datang.
Memang bukan sepenuhnya yang hadir dari kalangan bloger, beberapa pegiat akun socmed pun turut hadir. Entah apakah dari perwakilan komunitas juga ada yang hadir, selain komunitas bloger.
Untuk tema acara sebenarnya kami tertarik. Sayangnya harapan kami untuk mendengarkan bagaimana seorang bloger menjadi wirausaha berbagi kisah, kami tak begitu mendapatkan apa yang kami ingin ketahui.
Soal menjadi pengusaha, sepertinya kami belum mengarah ke sana. Tapi buat kamu yang ingin menjadi pengusaha, sebaiknya ikuti tips yang kami tuliskan di atas, meski tidak banyak.
- Review Event Towel-towel Ponsel di Semarang
- Lewat Silaturahmi Kamtibmas, Kapolrestabes Semarang Ajak Warga Tekan Begal Motor
- [Aktivitas] Berkunjung ke Kantor DPRD Kota Semarang
- Menjajal Mio S Lewat Acara Turing 3 Tempat Wisata Andalan Kota Semarang
- Lainnya
Towel-towel ponsel semacam mengulas, melihat dari dekat dan merabanya. Tujuannya tentu dapat merasakan langsung ponsel yang tidak kami milik...
Review Event Towel-towel Ponsel di Semarang
Penggagas acaranya adalah seorang bloger yang beberapa kali kami bertemu dengan beliau saat acara launching Asus, Om Herry yang nama id di media sosialnya @herrysw.
Pemilik situs ponselmu.com ini bagi sebagian kalangan bloger, beliau cukup dikenal dan ahli untuk bicara yang berhubungan dengan Ponsel.
Towel-Towel Ponsel di Joglosemar
Semarang cukup beruntung menurut kami jadi yang pertama, mengingat acara kali ini dilakukan di 3 kota yang biasanya selalu lebih dulu untuk urusan sebuah acara. Setelah Semarang, destinasi berikutnya adalah Solo dan Jogja yang jadi tuan rumah.
Komunitas Pengguna Xiomi jadi tuan rumah di Semarang
Kami tidak tahu bagaimana kedekatan komunitas Xiomi Semarang atau Mi Fans Semarang yang berhasil membuat acara untuk Towel-towel Ponsel.
Mereka tidak hanya berhasil melakukannya, namun juga memberi kejutan-kejutan yang menarik seperti doorprize kepada peserta yang datang, salah satunya kami.
Kami berencana membawa sedikit cerita tentang komunitas ini yang belum masuk ke blog dotsemarang. Kami harap bisa segera membawanya dalam bentuk ulasan.
Berkenalan dengan 3 Ponsel
Acara akhirnya dimulai saat jam 7 lebih (malam), satu persatu dipersilahkan mengenalkan diri layaknya acara yang sering kami ikuti tiap komunitas.
Kini giliran Om Herry yang berbicara kepada peserta yang hadir. Tiga ponsel yang dibawanya adalah Xiaomi Redmi 5 Plus, LG V30 Plus, dan “tamu rahasia”. Tamu ini rupanya adalah Nokia 2, meski sebagian peserta lebih tertarik pada Nokia 8 yang dipegang om Herry.
Ketiga produk yang tanpa kotak ini dipersilahkan dilihat-lihat bergantian. Sepertinya kami lebih tertarik pada Redmi 5 Plus yang bila membaca sekilas jadwal rilisnya di mesin pencari baru bulan Februari kemarin resmi rilis.
Ada yang menarik dari cerita om Herry yang membuat php kami semua. Tamu istimewa yang sebagian berpikir itu adalah Samsung seri terbaru, Samsung Galaxy S9, rupanya butuh perjuangan untuk bisa membawanya. Mengingat produk belum beredar secara besar saat ini.
Samsung Galaxy S9 tidak berhasil dibawa oleh om Herry ke Semarang. Namun entah nantinya di kota-kota berikutnya. Wah kalau berhasil, pasti sangat menarik untuk dibawa ke blog dotsemarang.
Acaranya lebih santai, mengingat ponsel yang diamati peserta harus bergantian. Sesekali mendengarkan beliau berbicara pengalamannya dan pengetahuannya tentang informasi dunia ponsel saat ini.
Sangat berbeda sekali mendengerkan langsung seorang ahli dengan SPG yang biasa kami temui saat pameran handphone di Semarang. Yaiyalah.
Kami membayangkan konsep towel-towel ponsel seperti ini bisa diadaptasikan di pameran handphone. Ada waktu sesi yang sudah ditentukan penyelenggara saat pameran kepada masyarakat.
Bisa pengunjung yang tertarik, komunitas semacam Mi Fans Semarang atau sejenisnya, bloger dan sebagainya. Untuk ponsel yang disediakan, penyelenggara hanya meminjam kepada peserta pameran tentunya.
Info selengkapnya tentang event ini bisa dilihat di sini (ponselmu.com).
...
Acara pun berakhir dengan foto bersama. Mi Fans Semarang pintar memanfaatkan momentum dengan membawa banner saat sesi ini.
Padahal dipikir, ini acara untuk umum sebenarnya. Jadi apakah kami dan sebagian peserta yang berasal dari Semarang (mahasiswa dan pengguna) dan luar kota merupakan komunitas mereka?
Tak masalah, begitulah menariknya sebuah komunitas. Seperti apa ponsel-ponsel yang ditowel-towel saat acara berlangsung, kami berencana membawanya ke blog dotsemarang nantinya. Jadi ditunggu saja.
Kapan lagi bisa duduk di sebelah Kapolrestabes Semarang sebagai bloger, momentum bagus buat kami tentunya dan juga teman-teman bloger Semara...
Lewat Silaturahmi Kamtibmas, Kapolrestabes Semarang Ajak Warga Tekan Begal Motor
Kapolrestabes ajak warga tekan begal motor
Acara yang berlangsung sangat santai dengan lesehan ini merupakan kali pertama kami bisa berkunjung ke kantor Polrestabes Semarang. Pengalaman pertama yang menyenangkan.
Sambil menunggu Kapolrestabes Semarang Kombes (Pol) Abiyoso Seno Aji datang, kami membaca press release yang dibagikan.
Pada intinya isi rilis ingin meluruskan pemberitaan yang jadi viral tentang pernyataan Kapolrestabes soal maraknya kasus geng motor dan begal. Beliau tidak bermaksud kata-katanya menjadi sesuatu yang disalah artikan.
Itu hanya sebuah bentuk empati beliau kepada kasus yang kembali marak dan meresahkan warga saat ini.
Dalam acara yang mengajak hadirin berdiskusi ini, pak Abiyoso dan jajarannya berkomitmen untuk mengurangi angka kriminalitas dan menindak tegas aksi begal yg kembali meresahkan warga Semarang.
Kapolrestabes juga menghimbau warga untuk menghubungi call center polrestabes 1500092 jika terjadi indikasi gangguan keamanan.
Pertama kali
Seperti kami sebut di awal bahwa ini adalah pengalaman pertama kali bisa hadir di sini. Aparat yang semakin melek perkembangan teknologi tentu sangat menyenangkan. Apalagi melihat Kapolrestabes mau foto fose selfie seperti ini.
Sebelum menutup postingan ini, kami ingin mengulangi sekali lagi pernyataan pak Abiyoso terkait acara hari ini yang kami kutip dari press rilis
"Kami berjanji akan memproses seluruh isi aksi pelanggaran hukum di wilayah hukum Polrestabes Semarang terutama terkait dengan aksi begal dan gank motor tanpa menafikan penindakan aksi kriminalitas lainnya.
Saya sangat berempati dengan korban gank motor sekaligus mengajak masyarakat memberikan informasi sebanyak-banyaknya kepada kami agar dapat bertugas sebaik mungkin menjaga stabilitas dan kondusif keamaan kota Semarang'.
- [Aktivitas] Berkunjung ke Kantor DPRD Kota Semarang
- Menjajal Mio S Lewat Acara Turing 3 Tempat Wisata Andalan Kota Semarang
- Lewat Temu Bloger, Dinas Kesehatan Kota Semarang Sosialisasi Program Kesehatan
- Kunjungan Bloger Ke Puskesmas Gayamsari
- Lainnya
Ini adalah pengalaman pertama kali bisa berkunjung ke kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah atau DPRD kota Semarang dan bertemu langsung den...
[Aktivitas] Berkunjung ke Kantor DPRD Kota Semarang
Setelah dapat pintu masuk menuju ke ruangan pimpinan, kami tak lantas langsung mengetahui. Lagi-lagi bertanya menjadi alternatif, mengingat petugas keamanan sedang duduk di meja yang berhadapan dengan lorong antara satu dan lainnya.
'Di sana', katanya.
Sambil menunjuk papan bertuliskan ketua DPRD
Akhirnya kami masuk juga ke dalam ruangan yang terlihat sederhana, sama seperti beberapa kantor dinas lain yang pernah kami masuki. Sampai membayangkan kantor Dinas Pariwisata Provinsi Jawa Tengah yang pernah kami kunjungi tahun 2013.
Saat masuk, beberapa orang pekerja (staf) sudah duduk di sana. Kami memperkenalkan diri bahwa kami dari dotsemarang, bloger.
Salah satu staf mempersilahkan kami masuk ke ruangan yang ukurannya memanjang dari pintu. Di sana beberapa teman yang sudah familiar, penggiat media sosial Semarang sudah berada di sana. Termasuk salah satu orang yang mengundang kami untuk hadir.
Pimpinan DPR tiba juga akhirnya. Ini pertama kali berjabat tangan dan saling berkenalan. Beliau yang bernama H. Supriyadi, S.Sos, ternyata sangat kekinian.
Sebagai salah satu pengguna yang aktif di Instagram, melihat profil beliau di Instagram dengan nama akun @priyadi.srg tentu kami senang dengan para pejabat sekarang yang sangat aktif di media sosial.
Selain pimpinan, kami juga bertemu dengan beberapa pejabat lainnya dan rekan-rekan media yang memang bertugas di sekitaran Balai Kota. Salah satu pejabat yang duduk bersama dengan teman-teman penggiat medsos adalah pak Nana (sapaan akrab). Beliau adalah Kepala Diskominfo Kota Semarang.
Sekarang memang sudah eranya. Presiden saja sangat aktif di medsos, maka tak heran sekelas Gubernur hingga Walikota dan sekarang bisa bertemu pimpinan DPRD kota pun juga eksis di media sosial.
...
Kami harus akhiri sampai di sini dulu aktivitas kami. Soal pembicaraan di dalam dengan pimpinan DPRD lebih banyak soal perkembangan media sosial dan komunitas yang ingin dibentuk dengan melibatkan berbagai akun dengan jumlah besar di Instagram.
Nanti saya bocorin tentang komunitasnya. Namun kalau kamu mengikuti akun media sosial kami, pasti sudah tahu apa komunitasnya?
Yang menarik dari aktivitas kami hari ini adalah pengalaman pertama kali kami bisa masuk ke gedung DPRD Kota Semarang. Sungguh itu membanggakan dan semacam penghargaan buat kami yang hanya sebagai bloger.
- Menjajal Mio S Lewat Acara Turing 3 Tempat Wisata Andalan Kota Semarang
- Lewat Temu Bloger, Dinas Kesehatan Kota Semarang Sosialisasi Program Kesehatan
- Kunjungan Bloger Ke Puskesmas Gayamsari
- [Press Conference] Event Diponegoro Jazz Music Festival 2017
- Lainnya dari aktivitas kami
Memaksimalkan kampanye promosi Mio S, pihak Yamaha Semarang yang kebagian jadwal untuk acara Mio S Roadshow Concert featuring Isyana Sarasva...
Menjajal Mio S Lewat Acara Turing 3 Tempat Wisata Andalan Kota Semarang
Kami yang beberapa tahun belakangan mulai jarang menggunakan kendaraan, lebih banyak memakai sepeda, seperti sepeda motor ini tentu sangat menyenangkan bisa kembali menggunakan.
Tagline irit sepertinya selalu menjadi daya pikat menarik calon konsumen. Apalagi keberadaan driver online saat ini yang juga perlu dipikirkan. Mereka juga merupakan segmen bagus untuk menjadi pengguna baru.
Segala aktivitas kami selama acara sudah kami rangkum dalam bentuk twitter Momen seperti di bawah ini. Untuk ulasan ini sendiri, kami mengambil sudut pandang review keseluruhan acara. Bukan lebih mendalam tentang kendaraan, mengingat kapasitas kami tidak fokus pada kendaraan yang lebih sangat detail.
⚡️ “Mio S Roadshow Semarang featuring Isyana Sarasvati”https://t.co/r9VpZVOALJ— Bloger Semarang (@dotsemarang) 14 Februari 2018
- [Photoblog] Bertemu Dengan Brand Ambassador Mio S, Isyana Sarasvati di Semarang
- Semarang Jadi Tuan Rumah Kompetisi Gymkhana Internasional tingkat Asia, Begini Suasanya
- Peranan Internet Dalam Pembelian Mobil, Ladang Konten Buat Bloger
- [Photoblog] Semarang Auto Show 2017
- Lainnya dari aktivitas









































Follow Us
Were this world an endless plain, and by sailing eastward we could for ever reach new distances